
Jual Bibit Puyuh Banten - Hubungi kami dengan Telp 085204442224 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.
Burung Puyuh adalah komoditas ternak unggas yang kurang popular ketimbang dengan type unggas yang lain (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik ). Akan tetapi sebetulnya Burung Puyuh punya kapasitas yang besar untuk dikembangkan, sebab puyuh menghasilkan pangan yg tinggi nilai gizinya serta dapat menunjang penyediaan sebagian protein hewani yang diperlukan pada makanan kita keseharian. tidak cuman menambah kesejahteraan keluarga, pemeliharaan puyuh juga efisien buat menambah penghasilan.
Pertimbangan untuk memelihara puyuh didasarkan pada kepentingan modal usaha pemeliharaan yang dimanfaatkan relatif kecil, bisa dipelihara dalam area rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendek (6 minggu mulai bertelur), relatif tahan pada serangan penyakit, dan produksi daging serta telurnya tinggi.
Jual Bibit Puyuh Banten
Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur
q
085204442224


Histori. riwayat Burung Puyuh (Coturnix coturnix) ini belum jelas benar serta diperhitungkan dari coturnix liar yg dijinakkan. Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran badan relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dimaksud ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Di Indonesia Burung Puyuh mulai diketahui, serta diternak sejak akhir tahun 1979.
beragam jenis Genus Burung Puyuh yg kita kenal ialah :
1. Genus Coturnix
Puyuh Biasa, Coturnix coturnix
Puyuh Jepang, Coturnix japonica
Puyuh Stubble, Coturnix pectoralis
Puyuh Selandia Baru, Coturnix novaezelandiae – (punah)
Puyuh Hujan, Coturnix coromandelica
Puyuh Harlequin, Coturnix delegorguei
Puyuh Coklat, Coturnix ypsilophora
Puyuh Biru, Coturnix adansonii serta Puyuh Biru Asia, Coturnix chinensis
2.Genus Anurophasis
Puyuh Pegunungan Salju, Anurophasis monorthonyx
3. Genus Perdicula
Puyuh Semak Hutan, Perdicula asiatica
Puyuh Semak Bebatuan, Perdicula argoondah
Puyuh Semak Bermotif, Perdicula erythrorhyncha
Puyuh Semak Manipur, Perdicula manipurensis
4.Genus Ophrysia
Puyuh Himalaya, Ophrysia superciliosa — krusial/punah
Pada umumnya Burung Puyuh yang banyak di kembangkan ialah dari Marga Turnix, Coturnix serta Arborophilla. Arborophilla serta coturnix seperti ayam (gallus) termasuk juga family Phasianidae, sedang genus turnix termasuk family Turnicidae
Puyuh yang termasuk juga Genus Turnix miliki ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan tengah yang ke belakang tidak ada. contoh-contohnya : (1). Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang seringkali dijumpai ditegalan-tegalan, (2). Puyuh kuning (Turnix sylvatica)' (3). Puyuh hitam (Turnix maculosa). Dari Genus Coturnix yang ada pada kehidupan liar di Indonesia yaitu Puyuh Batu (Coturnix chinensis) di mana dengan beberapa ciri : tubuh kecil sekitar 15 cm dan masih tetap dapat didapati di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. sedang Genus Arborophilla di Indonesia diketahui dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).
AL-SALWA ITU TERNYATA BURUNG PUYUH
Subhanallah, burung yang daging, telur, bulu bahkan juga kotorannya berguna untuk kehidupan manusia ini ternyata yang dijelaskan SALWA dalam al-Quran. Kitab Suci ini menyebutnya sekitar 3x, salah satunya dalam surah al-A`raf 160:وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى serta Kami turunkan terhadap mereka manna serta salwa . "Kami turunkan padamu mann serta salwa (mann yaitu sama dengan madu sedangkan salwa adalah semacam burung puyuh) makanlah (makanan) yang baik-baik dari rejeki yang sudah Kami berikan kepadamu" (Q.S Al-Baqarah ;57)
Sampai kini kata al-Salwa dialih bahasa dengan cara fonologis ke dalam bahasa Indonesia dengan menghilangkan partikel takrif al-. Ternyata sebagian orang baru jelas bahwa al-Salwa itu nyatanya burung puyuh, selesai Pak Slamet Wuryadi R, pemilik Slamet Quali Farm (SQF), di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat mengkonfirmasi benar-tidaknya bahwa burung puyuh tersebut yaitu al-Salwa.
Burung puyuh ini merupakan makanan pilihan Allah SWT yg di turunkan terhadap Bani Israil pada masa Nabi Musa a.s, yang diturunkan berbarengan mann, embun yg terasa manis seperti madu. entahlah saking lezatnya atau apakah, Google Translator menafsirkan al-mann wa al-salwa dengan "makanan dari sorga". Subhanallah. Selain telur serta dagingnya, kotorannya bermanfaat sebagai pupuk organik.
Klasifikasi Ilmiah
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana pakar biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yg punah atau yang hidup. Klasifikasi moderen berakar pada metode Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kemiripan karakter fisik yang dipunyai . Pengelompokan ini telah direvisi sejak Carolus Linnaeus mengontrol ketekunan dengan azas sifat umum yg di turunkan dari Charles Darwin.
Untuk mengenali serta mempelajari makhluk hidup keseluruhannya tdk simpel sehingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah satu cara memisah serta mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat paling tinggi ke paling rendah (yang sekarang dipakai) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/ Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (tipe).
Tujuan klasifikasi makhluk hidup merupakan untuk membuat jadi lebih mudah mengenali, membandingkan, serta mendalami makhluk hidup. Membandingkan bermakna mencari padanan serta ketaksamaan pembawaan atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dipunyai makhluk hidup, contohnya bentuk badan atau guna alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikategorikan pada suatu group.
Contoh klasifikasi makhluk hidup ialah :
Berdasar pada ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan digolongkan jadi pohon, perdu, dan semak.
Berdasar pada lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan digolongkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), serta tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
Berdasarkan kemanfaatannya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan jadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dll
Berdasarkan type makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), serta hewan pemakan hewan dan tumbuhan (omnivora).
pada umumnya, metode pengelompokan makhluk hidup begini dirasa kurang sesuai. perihal ini disebabkan dalam pengelompokan makhluk hidup secara demikian dibuat berdasar pada kemauan orang yang mengelompokkannya.
Adapun species (tipe) puyuh yang umum dibudidayakan yaitu Coturnix coturnix japonica dengan systematic zoology (Klasifikasi Ilmiah) seperti berikut :
Beberapa ciri Burung Puyuh
Burung puyuh merupakan unggas daratan yang kecil namun gemuk dan merupakan satu diantaranya burung kecil dari famili phasianidae dengan panjang rata-rata sampai 7 inci. Mereka pemakan biji-bijian tetapi ikut pemakan serangga dan mangsa memiliki ukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang rendah (tidak bisa terbang tinggi) terkecuali bila terganggu tetapi dengan jarak tempuh yg pendek. Burung Puyuh memiliki kekuatan hidup bersosial dengan baik. Pada umumnya Burung Puyuh betina mulai bertelur pada umur 50 hari walaupun dewasa tubuh baru usia 70 hari.
beberapa spesies seperti puyuh jepang yaitu migratori serta bisa terbang untuk jarak yg jauh.Puyuh jepang diternakkan khususnya lantaran telurnya.
Bangsa puyuh bobwhite (colinus virginianus) di Amerika Utara kerap disebut sebagai quail, tapi di amerika selatan dinamai partridge. Semua puyuh memiliki ukuran pendek, gemuk, bundar dengan kaki-kaki yg kuat, dan bulunya tertutup oleh warna cokelat bercak-bercak putih hitam.
Ciri-ciri umum Burung Puyuh adalah sebagaimana berikut:
Tipe burung yang tak dapat terbang, terkecuali dapat terbang rendah kalau dalam kondisi terancam.
Ukuran badan relatif kecil.
Berkaki pendek serta dapat diadu.
Produksi telurnya 200-300 butir/ tahun
Berat telurnya kurang lebih 10 gr
Berat puyuh dewasa kira-kira 140 gr
1.5. Tujuan Pemeliharaan
Berdasar pada pemanfaatannya, karena itu ada 3 jenis Burung Puyuh yang dirawat yaitu Burung Puyuh Petelur, Pedaging serta Hias.
Kegunaan
Faedah Pemeliharaan Burung Puyuh, salah satunya :
Membuahkan telur mengonsumsi
Telur puyuh mempunyai kandungan 13,6% protein (ayam 12,7%),lemak 8,24% (ayam 11,3%).
Menghasilkan daging
Bulunya menjadi bahan beragam kerajinan atau piranti rumah tangga yang lain
Kotorannya menjadi pupuk kandang atau kompos yang baik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
utama Peternakan
sentral Peternakan burung puyuh terdapat banyak di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah
Periode Pemeliharaan
Pemeliharaan puyuh Petelur dikelompokan dalam 3 periode pemeliharaan, yakni :
Periode starter (1 hari – 3 minggu),
Periode grower (3-7 minggu), serta
Periode layer (7 minggu-apkir)
sedang buat puyuh Pedaging / Potong dalam 2 periode adalah babak Starter dan tahap Finisher.
Budidaya Burung Puyuh
A. Ketentuan Teknis Budidaya Burung Puyuh
Sebelum usaha beternak diawali, seseorang peternak perlu mengerti 3 (tiga) unsur produksi ialah: manajemen (pengaturan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)
1) Persyaratan lokasi
§ Tempat jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
§ Tempat punya trick transportasi, terpenting arah sapronak dan jalur-jalur pemasaran
§ Area terpilih bebas dari wabah penyakit
§ Bukan merupakan daerah sering banjir
§ Merupakan daerah yang senantiasa mendapat perputaran hawa yang baik.
2) Penyiapan tempat dan perabotan (Perkandangan)
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan merupakan temperatur kandang yang bagus atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembaban kandang kira-kira 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25- 40 watt, dan malam hari 40-60 watt (masalah ini berlaku buat cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar cahaya matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang.
3) Kandang
Model kandang puyuh ada 2 (dua) ragam yang biasa dipraktekkan adalah sistem litter (lantai sekam) serta mode sangkar (batere). Dengan bentuk sangkar ini karena itu kandang bisa diatur 3-4 tingkat
Kandang sistem litter
Sistem litter mempunyai keunggulan misalnya :
Irit tenaga dan praktis lantaran tak bersihkan sehari-hari
Merupakan sumber vitamin B12
Basic kandang tdk cepat rusak
Kesehatan kaki puyuh terjamin
Kehangatan sama rata
bisa menyerap kotoran dan air
Mengurangi kanibalisme karena puyuh selamanya mengkais.
tetapi selain kebaikan, metode litter ikut memiliki kelemahan salah satunya :
Litter yg basah mengakibatkan sumber penyakit
perubahan litter setiap penggantian penghuni.
lantaran puyuh suka mengkais maka wadah makanan seharusnya ditempatkan di luar kandang agar tidak penuh litter serta jikalau harus terpaksa di letakkan dalam kandang, jadi tempat pakan harus di rancang tidak mudah tercemar litter.
Adapun kandang yang biasa dimanfaatkan dalam budidaya burung puyuh adalah:
(a) Kandang buat induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas serta kekuatan membuahkan telur yg memiliki kualitas. Besar atau ukuran kandang yang dapat dimanfaatkan harus sama dengan banyaknya puyuh yg dapat dijaga. baiknya satu ekor puyuh dewasa perlu luas kandang 20 cm2
(b) Kandang untuk induk petelur
Kandang ini memiliki fungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan kepentingan peralatan yang sama. Kepadatan kandang semakin besar tetapi bisa juga sama
(c) Kandang buat anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yakni mulai usia satu hari s/d dua hingga tiga minggu. Kandang ini memiliki fungsi untuk mengontrol supaya anak puyuh yang masih tetap memerlukan pemanasan itu tetap terlindung serta memperoleh panas yg sesuai dengan kepentingan. Kandang ini perlu diperlengkapi alat pemanas. umumnya ukuran yg sering dimanfaatkan yaitu lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukuplah menampung 90-100 ekor anak puyuh
(d) Kandang untuk puyuh usia grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama seperti kandang untuk induk petelur. Alas kandang rata-rata berbentuk kawat ram
Kepadatan kandang pun perlu jadi perhatian. Kandang sangat berperan pada daya hidup, produksi puyuh serta ongkos produksi. perabotan serta peralatan kandang puyuh yang diperlukan berbentuk wadah pakan, wadah minum serta tempat telur. Kandang starter (1-3 minggu) perlu dilengkapi dengan pemanas (brooder)
4) Perlengkapan
Perabotan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan
Rangkuman dari Persiapan Sarana dan Peralatan terbagi dalam :
a.Fasilitas-fasilitas inti yang diperlukan diantaranya :
Rumah induk
Kandang pembesaran
Kandang teluran
b.Fasilitas-fasilitas pendukungnya di antaranya :
Tempat minum pembesaran
Nampan untuk pakan pembesaran
Sambungan listrik untuk rumah induk serta kandang pembesaran
Lampu-lampu
Paralon-paralon untuk minum dan makan di kandang teluran
Ember minum, ember pakan, ciduk, dan lain-lain
Tampungan air apabila dibutuhkan.
c.layanan tambahannya, yaitu septik tank buat pembuangan kotoran.
B. Bibit
1) Peyiapan Bibit
Penentuan bibit burung puyuh disesuaikan dengan arah pemeliharaan. pada umumnya teknik penentuan bakalan sama dengan penentuan bakalan pada ayam atau itik, yaitu dipilih berdasar pada kebolehan induknya. Parameter yg dilihat yakni potensi produksi, kebolehan untuk tumbuh, serta tampilan exterior. tampilan exterior dilihat dari masing-masing individu dengan tanda-tanda sehat, tak cacat serta gesit.
Ada 3 (tiga) ragam arah pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
Untuk produksi telur konsumsi, di pilih bibit puyuh tipe ketam betina yang sehat atau bebas dari karier penyakit. Puyuh ketam adalah model puyuh dengan warna bulu pada punggung hitam bintik putih.
Untuk produksi daging puyuh, di ambil bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran
Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, diseleksi bibit puyuh betina model ketam yang baik produksi telurnya (kapabilitas bertelurnya cukuplah tinggi ialah seputar 300 butir per tahun) serta puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina supaya dapat jamin telur tetas yg baik. Awal bertelur puyuh berlangsung pada usia 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.
C. Pakan
Pada keadaan aslinya, makanan burung puyuh yaitu biji-bijian, daun-daunan serta serangga. Pada pemeliharaan secara intensif karena itu makanan harus ada lengkap. Makanan puyuh diberikan lewat cara ad libitum dengan kandungan kekuatan metabolis kurang lebih 2900 kkal/kg dan diprediksikan mengkonsumsi buat puyuh dewasa 20 gr/ hari.sesi starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 %, babak Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %Fase Layer ( sehabis usia 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %Sebagai potong, (setelah 8 bulan), karena itu PK ± 20 %.
Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat dikasihkan untuk puyuh terdiri dalam beberapa bentuk, adalah: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. sebab puyuh yang suka usil mematuk temannya dapat punyai aktivitas dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali satu hari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma satu kali sehari adalah di pagi hari. untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan tiada henti.
D. Pemeliharaan Kesehatan
1. Sanitasi dan aksi Preventif
Untuk mengawasi munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh butuh dijalankan sedini mungkin
2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dijalankan kapan waktu serta bila ada tanda tanda yang kurang sehat pada puyuh harus lekas dilaksanakan penyembuhan sesuai dengan arahan dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau saran dari Poultry Shoup
3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa dikasihkan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dijalankan apabila puyuh nampak beberapa gejala sakit dengan mengharap pemberian petunjuk dari PPL setempat maupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg ada di dekat Anda beternak puyuh
E. Hama serta Penyakit
1.Radang usus (Quail enteritis)
pemicu: bakteri anerobik yang membentuk spora serta menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berk yang membentuk spora serta menyerang usus, sehingga muncul peradangan pada usus.
tanda-tanda: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu nampak kusam, kotoran berair dan memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: melakukan perbaikan tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yg sehat dari yang sudah terinfeksi.
2.Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadangkala berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian: (1) mengawasi kebersihan lingkungan dan perlengkapan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati selekasnya dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, menahan tamu masuk areal peternakan tiada pakaian yang mensucihamakan/ steril dan kerjakan vaksinasi NCD. hingga sampai saat ini belum ada obatnya
3.Berak putih (Pullorum)
Pemicu: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menyebar.
tanda-tanda: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo
4.Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) mengontrol kebersihan lingkungaan, mengontrol litter terus kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan pada air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
5.Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang memicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur serta model kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang kalau dilepaskan bakal mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.
6.Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg berwujud sangatlah menyebar.
tanda-tanda: puyuh tampak lesu, bulu kusam, gemetar, susah bernafas, batuk serta bersi, mata serta hidung kadang keluarkan lendir serta kadang waktu kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang layak
7. Aspergillosis
Yang memicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbuat lapisan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya
8.Cacingan
Yang memicu: sanitasi yg jelek.
tanda-tanda: puyuh nampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang serta pemberian pakan yg terbangun kebersihannya
F. PANEN
a. Hasil khusus
Pada upaya pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil utamanya merupakan produksi telurnya yg dipanen tiap-tiap hari diwaktu masa produksi terjadi.
b. Hasil Tambahan
Sedangkan sebagai hasil penambahan salah satunya berbentuk daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.
G. PASCAPANEN
a. Pemasaran
Umumnya, para petani dan peternak di Indonesia cukup mumpuni dalam berproduksi. sebagai kendala kemudian yakni kurang ataukah tidak adanya pemasaran. menurut Artikel di Majalah Trubus, Bahwa di Negara Thailand ada kementrian pemasaran beberapa hasil pertanian, hingga petani menjadi prosuden tak akan khawatir bila hingga tidak dapat memasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yg sesuai.
Negara Indonesia menjadi negara agraris yang lebih luas daripada Thailand kali saja dalam Departemen Pertaniannya ada pula bagian yang mengurusi problem pemasaran beberapa hasil pertanian. tapi sampai saat ini belumlah ada kenyataan yg maksimal dari sisi pemasaran tersebut, terutama yang membela keperluan beberapa peternak kecil dan menengah.
Dalam usaha burung puyuh petelur, biasanya pemasaran hasil dijalankan dengan jalan skema Kemitraan pada Peternak sebagai plasma serta aktor Pemasaran sebagai pokok.

Jual Bibit Puyuh Banten
Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur
085204442224
Tidak ada komentar:
Posting Komentar