Jumat, 24 Mei 2019

Bibit Puyuh Petelur Purwokerto

Bibit Puyuh Petelur Purwokerto


Bibit Puyuh Petelur Purwokerto - Informasi Lebih lanjut Telp 085204442224 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Burung Puyuh merupakan komoditas ternak unggas yang kurang digemari banyak orang ketimbang dengan jenis unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik ). Akan tetapi memang Burung Puyuh punyai kapasitas yang besar untuk dikembangkan, sebab puyuh menghasilkan pangan yang tinggi nilai gizinya serta dapat mendukung penyediaan sebagian protein hewani yang dibutuhkan pada makanan kita keseharian. tidak cuman tingkatkan kesejahteraan keluarga, pemeliharaan puyuh pun efisien buat meningkatkan penghasilan.
Pertimbangan untuk memelihara puyuh didasarkan pada keperluan modal upaya pemeliharaan yg digunakan relatif kecil, dapat dijaga dalam area rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendek (6 minggu mulai bertelur), relatif tahan terhadap serangan penyakit, dan produksi daging serta telurnya tinggi.



Bibit Puyuh Petelur Purwokerto


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224
q

Bibit Puyuh Petelur Purwokerto

Bibit Puyuh Petelur Purwokerto


Histori. asal mula Burung Puyuh (Coturnix coturnix) ini belum jelas benar dan diprediksikan dari coturnix liar yang dijinakkan. Puyuh adalah style burung yg tidak bisa terbang, ukuran badan relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Di Indonesia Burung Puyuh mulai diketahui, serta diternak sejak akhir tahun 1979.
pelbagai ragam Genus Burung Puyuh yang kita kenal merupakan :

1. Genus Coturnix

Puyuh Biasa, Coturnix coturnix
Puyuh Jepang, Coturnix japonica
Puyuh Stubble, Coturnix pectoralis
Puyuh Selandia Baru, Coturnix novaezelandiae – (punah)
Puyuh Hujan, Coturnix coromandelica
Puyuh Harlequin, Coturnix delegorguei
Puyuh Coklat, Coturnix ypsilophora
Puyuh Biru, Coturnix adansonii serta Puyuh Biru Asia, Coturnix chinensis
2.Genus Anurophasis

Puyuh Pegunungan Salju, Anurophasis monorthonyx
3. Genus Perdicula

Puyuh Semak Hutan, Perdicula asiatica
Puyuh Semak Bebatuan, Perdicula argoondah
Puyuh Semak Bermotif, Perdicula erythrorhyncha
Puyuh Semak Manipur, Perdicula manipurensis
4.Genus Ophrysia

Puyuh Himalaya, Ophrysia superciliosa — kritis/punah
umumnya Burung Puyuh yang banyak di kembangkan merupakan dari Marga Turnix, Coturnix serta Arborophilla. Arborophilla serta coturnix seperti ayam (gallus) termasuk juga family Phasianidae, tengah genus turnix termasuk family Turnicidae
Puyuh yang termasuk juga Genus Turnix mempunyai ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan tengah yang ke belakang tdk ada. Contohnya : (1). Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang seringkali ditemui ditegalan-tegalan, (2). Puyuh kuning (Turnix sylvatica)' (3). Puyuh hitam (Turnix maculosa). Dari Genus Coturnix yang ada di dalam kehidupan liar di Indonesia yaitu Puyuh Batu (Coturnix chinensis) dimana dengan tanda-tanda : tubuh kecil lebih kurang 15 cm serta masihlah bisa dijumpai di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi serta Nusa Tenggara. dan Genus Arborophilla di Indonesia diketahui dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).

AL-SALWA ITU TERNYATA BURUNG PUYUH
Subhanallah, burung yang daging, telur, bulu bahkan kotorannya berguna untuk kehidupan manusia ini nyatanya yg dikatakan SALWA dalam al-Quran. Kitab Suci ini menyebut sebanyak 3x, di antaranya dalam surah al-A`raf 160:وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa . "Kami turunkan pada kamu mann dan salwa (mann yakni sejenis madu sedangkan salwa adalah sama dengan burung puyuh) makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang sudah Kami kasih kepadamu" (Q.S Al-Baqarah ;57)

Selama ini kata al-Salwa diterjemahkan dengan fonologis ke dalam bahasa Indonesia dengan menghilangkan partikel takrif al-. Ternyata sebagian orang baru mengetahui bahwa al-Salwa itu nyatanya burung puyuh, sehabis Pak Slamet Wuryadi R, pemilik Slamet Quali Farm (SQF), di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat mengkonfirmasi benar-tidaknya jika burung puyuh itu yaitu al-Salwa.
Burung puyuh ini merupakan makanan pilihan Allah SWT yg diturunkan pada Bani Israil pada jaman Nabi Musa a.s, yang di turunkan bersama-sama mann, embun yg rasa-rasanya manis seperti madu. tidak tahu saking lezatnya atau apakah, Google Translator menerjemahkan al-mann wa al-salwa dengan "makanan dari sorga". Subhanallah. kecuali telur serta dagingnya, kotorannya berfaedah jadi pupuk organik.

Klasifikasi Ilmiah
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana pakar biologi mengelompokkan serta mengkategorikan spesies dari organisme yg punah maupun yang hidup. Klasifikasi moderen berakar pada skema Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut persamaan sifat fisik yang dimiliki . Pengelompokan ini sudah direvisi semenjak Carolus Linnaeus mengawasi ketekunan dengan azas pembawaan umum yg diturunkan dari Charles Darwin.
Untuk mengenali serta mendalami makhluk hidup secara keseluruhan tidak ringan hingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup merupakan satu metode pisah serta mengelompokkan makhluk hidup jadi grup atau unit spesifik.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat paling tinggi ke terendah (yg sekarang digunakan) yaitu Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/ Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), serta Spesies (tipe).
arah klasifikasi makhluk hidup ialah untuk mempermudah mengenali, memperbandingkan, dan mendalami makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari padanan serta perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada padanan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, semisalnya bentuk badan atau manfaat alat tubuhnya. Makhluk hidup yg memliliki ciri yang sama dikategorikan dalam satu kelompok.
Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah :

Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan digolongkan berubah menjadi pohon, perdu, dan semak.
Berdasar pada lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan digolongkan berubah menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), serta tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
Menurut manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan jadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dsb
Menurut type makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan berubah menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), serta hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).
umumnya, langkah pengelompokan makhluk hidup sesuai ini dikira kurang pas. Hal ini disebabkan dalam pengelompokan makhluk hidup secara demikian dibikin berdasar pada impian orang yang mengelompokkannya.
Adapun species (tipe) puyuh yg umum dibudidayakan ialah Coturnix coturnix japonica dengan systematic zoology (Klasifikasi Ilmiah) sebagai berikut :

Ciri-ciri Burung Puyuh
Burung puyuh ialah unggas daratan yang kecil tetapi gemuk dan merupakan salah satu burung kecil dari famili phasianidae dengan panjang rata-rata capai 7 inci. Mereka pemakan biji-bijian tapi pun pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil yang lain. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari serta terbang rendah (tdk dapat terbang tinggi) kecuali jika terganggu akan tetapi dengan jarak tempuh yang pendek. Burung Puyuh punya kapabilitas hidup bersosial dengan baik. Pada umumnya Burung Puyuh betina mulai bertelur pada usia 50 hari walaupun dewasa tubuh baru umur 70 hari.
beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan mampu terbang buat jarak yang jauh.Puyuh jepang diternakkan terutama lantaran telurnya.
Bangsa puyuh bobwhite (colinus virginianus) di Amerika Utara seringkali dikatakan sebagai quail, tetapi di amerika selatan dinamakan partridge. Semua puyuh memiliki ukuran pendek, gemuk, bundar dengan kaki-kaki yang kuat, dan bulunya tertutup oleh warna cokelat bercak-bercak putih hitam.
beberapa ciri umum Burung Puyuh merupakan sebagaimana berikut:

Style burung yang tak bisa terbang, kecuali akan terbang rendah jika dalam keadaan terancam.
Ukuran badan relatif kecil.
Berkaki pendek serta dapat diadu.
Produksi telurnya 200-300 butir/ tahun
Berat telurnya seputar 10 gram
Berat puyuh dewasa kurang lebih 140 gram

1.5. Arah Pemeliharaan
Berdasarkan pemanfaatannya, maka ada 3 model Burung Puyuh yang dipelihara yakni Burung Puyuh Petelur, Pedaging serta Hias.

Manfaat
Faedah Pemeliharaan Burung Puyuh, misalnya :

Membuahkan telur mengkonsumsi
Telur puyuh punya kandungan 13,6% protein (ayam 12,7%),lemak 8,24% (ayam 11,3%).
membuahkan daging
Bulunya sebagai bahan beragam kerajinan atau perlengkapan rumah tangga yang lain
Kotorannya jadi pupuk kandang maupun kompos yang baik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
sentral Peternakan
utama Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

Periode Pemeliharaan
Pemeliharaan puyuh Petelur dikelompokan dalam 3 periode pemeliharaan, adalah :
Periode starter (1 hari – 3 minggu),
Periode grower (3-7 minggu), dan
Periode layer (7 minggu-apkir)
sedang untuk puyuh Pedaging / Potong dalam 2 periode yakni Fase Starter serta tahap Finisher.

Budidaya Burung Puyuh
A. Ketentuan tekhnis Budidaya Burung Puyuh
Sebelum upaya beternak di mulai, seseorang peternak perlu mengerti 3 (tiga) unsur produksi yakni: manajemen (pengurusan usaha peternakan), breeding (pembibitan) serta feeding (makanan ternak/pakan)

1) Syarat-syarat tempat
§ Tempat jauh dari keramaian serta pemukiman penduduk
§ Tempat punya trick transportasi, khususnya jalan sapronak serta jalur-jalur pemasaran
§ Tempat dipilih bebas dari wabah penyakit
§ Bukan adalah daerah kerap banjir
§ Adalah daerah yang selamanya memperoleh perputaran hawa yang baik.

2) Penyiapan fasilitas dan perlengkapan (Perkandangan)
Dalam sistem perkandangan yang butuh dilihat adalah temperatur kandang yg baik atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembaban kandang sekitar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25- 40 watt, sedang malam hari 40-60 watt (perihal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang semestinya dirapikan agar sinar matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang.

3) Kandang
Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa ditempatkan yaitu mode litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Dengan bentuk sangkar ini maka kandang bisa diatur 3-4 tingkat

Kandang skema litter
skema litter memiliki keunggulan antara lain :

Hemat tenaga serta praktis lantaran tidak bersihkan tiap-tiap hari
Adalah sumber vitamin B12
Basic kandang tdk cepat rusak
Kesehatan kaki puyuh terjamin
Kehangatan sama rata
bisa menyerap kotoran serta air
kurangi kanibalisme lantaran puyuh selamanya mengkais.
tetapi kecuali kebaikan, sistem litter pun memiliki kelemahan misalnya :

Litter yang basah mengakibatkan sumber penyakit
pergantian litter tiap-tiap perubahan penghuni.
Karena puyuh senang mengkais jadi wadah makanan semestinya diletakkan di luar kandang supaya tak penuh litter dan jika harus diletakkan dalam kandang, karena itu tempat pakan mesti di rancang tidak gampang tercemar litter.
mengenai kandang yang biasa dipakai dalam budidaya burung puyuh merupakan:
(a) Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas serta kebolehan menghasilkan telur yg berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang bakal digunakan harus sesuai sama jumlah puyuh yang dapat dijaga. Idealnya satu ekor puyuh dewasa perlu luas kandang 20 cm2

(b) Kandang buat induk petelur
Kandang ini memiliki fungsi menjadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini miliki bentuk, ukuran, serta keperluan perabotan yang sama. Kepadatan kandang semakin besar namun dapat juga sama

(c) Kandang untuk anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang buat anak puyuh pada umur starter, yakni mulai umur 1 hari s/d dua hingga sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masihlah memerlukan pemanasan itu terus terlindung dan memperoleh panas yg sama dengan kepentingan. Kandang ini butuh diperlengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yg kerap dimanfaatkan yaitu lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup menampung 90-100 ekor anak puyuh

(d) Kandang untuk puyuh usia grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama juga dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang umumnya berbentuk kawat ram
Kepadatan kandang pun butuh dilihat. Kandang sangat berperan pada daya hidup, produksi puyuh dan cost produksi. peralatan serta perlengkapan kandang puyuh yang diperlukan berwujud wadah pakan, wadah minum dan tempat telur. Kandang starter (1-3 minggu) butuh dilengkapi dengan pemanas (brooder)

4) Perabotan
Perabotan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur serta tempat obat-obatan

Kesimpulan dari Persiapan media dan Peralatan terdiri dalam :
a.Fasilitas-fasilitas inti yg dibutuhkan di antaranya :
Rumah induk
Kandang pembesaran
Kandang teluran
b.Fasilitas-fasilitas pendukungnya di antaranya :
Tempat minum pembesaran
Nampan untuk pakan pembesaran
Sambungan listrik untuk rumah induk dan kandang pembesaran
Lampu-lampu
Paralon-paralon buat makan dan minum di kandang teluran
Ember minum, ember pakan, ciduk, dan seterusnya
Tampungan air apabila diperlukan.
c.layanan tambahannya, adalah septik tank untuk pembuangan kotoran.

B. Bibit
1) Peyiapan Bibit
Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan arah pemeliharaan. Secara umum teknik penentuan bakalan sama seperti pemilihan akan pada ayam atau itik, yakni diambil berdasar pada kapabilitas induknya. Parameter yang dilihat yakni kekuatan produksi, kemampuan buat tumbuh, serta tampilan exterior. Penampilan eksterior dilihat dari semasing individu dengan indikasi sehat, tak cacat dan tangkas.

Ada 3 (tiga) macam maksud pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

Untuk produksi telur mengonsumsi, di ambil bibit puyuh tipe ketam betina yang sehat atau bebas dari karir penyakit. Puyuh ketam adalah jenis puyuh dengan warna bulu pada punggung hitam bintik putih.
Untuk produksi daging puyuh, di pilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran
Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, diseleksi bibit puyuh betina type ketam yang baik produksi telurnya (kapabilitas bertelurnya cukup tinggi adalah kurang lebih 300 butir per tahun) dan puyuh jantan yang sehat yg siap membuahi puyuh betina supaya bisa jamin telur tetas yang baik. Awal bertelur puyuh terjadi pada umur 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.
C. Pakan
Pada keadaan aslinya, makanan burung puyuh ialah biji-bijian, daun-daunan dan serangga. Pada pemeliharaan dengan cara sungguh-sungguh jadi makanan mesti tersedia komplet. Makanan puyuh dikasihkan secara ad libitum dengan kandungan daya metabolis seputar 2900 kkal/kg dan diperkirakan konsumsi untuk puyuh dewasa 20 gr/ hari.sesi starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 persen, Fase Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %Fase Layer ( selesai usia 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %Sebagai potong, (selesai 8 bulan), maka PK ± 20 persen.

Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa dikasihkan untuk puyuh terdiri dalam beberapa bentuk, adalah: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yg suka usil mematuk temannya akan mempunyai kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali sehari pagi serta siang. sedang puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya 1x satu hari yaitu pada pagi hari. untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan tiada henti.

D. Pemeliharaan Kesehatan
1. Sanitasi serta aksi Preventif
buat mengontrol munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang serta vaksinasi terhadap puyuh perlu dijalankan sedini mungkin

2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dikerjakan kapan waktu dan jikalau ada sinyal tanda yang kurang sehat pada puyuh harus lekas dilakukan pengobatan sesuai sama wejangan dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau anjuran dari Poultry Shoup

3. Pemberian Vaksinasi serta Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dikerjakan seandainya puyuh tampak beberapa gejala sakit dengan mengharap dukungan panduan dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh

E. Hama dan Penyakit
1.Radang usus (Quail enteritis)
yang menimbulkan: bakteri anerobik yang membentuk spora serta menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu terlihat kusam, kotoran berk yang membuat spora serta menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
tanda-tanda: puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yg sehat dari yang telah terinfeksi.

2.Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadangkala berdarah, tinja encer kehijauan yg spesifik ada tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu serta lumpuh.
Pengendalian: (1) mengontrol kebersihan lingkungan dan perabotan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, menghindar tamu masuk lahan peternakan tiada busana yang mensucihamakan/ steril serta lakukan vaksinasi NCD. hingga sampai saat ini belumlah ada obatnya

3.Berak putih (Pullorum)
Pemicu: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo

4.Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, mengawasi litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan di air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5.Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur serta type kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yg tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan keluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.

6.Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang miliki sifat sangatlah menyebar.
tanda-tanda: puyuh nampak lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadangkala keluarkan lendir dan kadang waktu kepala serta leher rada terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang ideal

7. Aspergillosis
Yang menimbulkan: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh mengalami gangguan pernapasan, mata terjadi susunan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya

8.Cacingan
Yang memicu: sanitasi yang tidak baik.
tanda-tanda: puyuh nampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: mengontrol kebersihan kandang serta pemberian pakan yg terbangun kebersihannya

Bibit Puyuh Petelur Purwokerto

F. PANEN
a. Hasil khusus
Pada upaya pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil pentingnya ialah produksi telurnya yang dipanen sehari-hari selama saat produksi terjadi.
b. Hasil penambahan
sedang yang disebut hasil tambahan salah satunya berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

Bibit Puyuh Petelur Purwokerto

G. PASCAPANEN
a. Pemasaran
Umumnya, banyak petani dan peternak di Indonesia cukup menguasai dalam berproduksi. Yang menjadi masalah kemudian yakni kurang atau tidak adanya pemasaran. menurut Artikel di Majalah Trubus, Bahwa di Negara Thailand ada kementrian pemasaran sejumlah hasil pertanian, hingga petani menjadi prosuden tak lagi risau bila hingga tdk bisa memasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yang sama dengan.
Negara Indonesia menjadi negara agraris yang lebih luas daripada Thailand kali saja dalam Departemen Pertaniannya ada pula sisi yang mengurusi masalah pemasaran beberapa hasil pertanian. tapi sampai saat ini belum ada realitas yg maksimal dari sisi pemasaran itu, terutamanya yang membela kepentingan beberapa peternak kecil serta menengah.
Dalam upaya burung puyuh petelur, umumnya pemasaran hasil dikerjakan dengan jalan Pola Kemitraan antara Peternak menjadi plasma dan pemeran Pemasaran jadi inti.
Bibit Puyuh Petelur Purwokerto




Bibit Puyuh Petelur Purwokerto


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224

Kamis, 23 Mei 2019

Bibit Puyuh Blitar

Bibit Puyuh Blitar


Bibit Puyuh Blitar - Hubungi kami dengan Telp 085204442224 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Burung Puyuh adalah komoditas ternak unggas yg kurang disukai banyak orang ketimbang dengan style unggas yang lain (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik ). namun demikian memang Burung Puyuh miliki kemampuan yang besar untuk dikembangkan, sebab puyuh membuahkan pangan yang tinggi nilai gizinya dan bisa membantu penyediaan beberapa protein hewani yang dibutuhkan dalam makanan kita keseharian. tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, pemeliharaan puyuh pun efisien untuk menaikkan pendapatan.
Pertimbangan untuk memelihara puyuh didasarkan pada keperluan modal usaha pemeliharaan yang digunakan relatif kecil, bisa dipelihara dalam cakupan rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendek (6 minggu mulai bertelur), relatif tahan pada serangan penyakit, serta produksi daging dan telurnya tinggi.



Bibit Puyuh Blitar


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224
q

Bibit Puyuh Blitar

Bibit Puyuh Blitar


Histori. asal mulanya Burung Puyuh (Coturnix coturnix) ini belumlah jelas benar serta diperkirakan dari coturnix liar yg dijinakkan. Puyuh merupakan type burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek serta bisa diadu. Burung puyuh dimaksud pun Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Di Indonesia Burung Puyuh mulai diketahui, dan diternak semenjak akhir tahun 1979.
pelbagai jenis Genus Burung Puyuh yg kita kenal adalah :

1. Genus Coturnix

Puyuh Biasa, Coturnix coturnix
Puyuh Jepang, Coturnix japonica
Puyuh Stubble, Coturnix pectoralis
Puyuh Selandia Baru, Coturnix novaezelandiae – (punah)
Puyuh Hujan, Coturnix coromandelica
Puyuh Harlequin, Coturnix delegorguei
Puyuh Coklat, Coturnix ypsilophora
Puyuh Biru, Coturnix adansonii serta Puyuh Biru Asia, Coturnix chinensis
2.Genus Anurophasis

Puyuh Pegunungan Salju, Anurophasis monorthonyx
3. Genus Perdicula

Puyuh Semak Hutan, Perdicula asiatica
Puyuh Semak Bebatuan, Perdicula argoondah
Puyuh Semak Bermotif, Perdicula erythrorhyncha
Puyuh Semak Manipur, Perdicula manipurensis
4.Genus Ophrysia

Puyuh Himalaya, Ophrysia superciliosa — gawat/punah
umumnya Burung Puyuh yang banyak di kembangkan adalah dari Marga Turnix, Coturnix dan Arborophilla. Arborophilla serta coturnix seperti ayam (gallus) termasuk juga family Phasianidae, tengah genus turnix termasuk family Turnicidae
Puyuh yg termasuk juga Genus Turnix punyai ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan tengah yang ke belakang tak ada. contoh-contohnya : (1). Puyuh tegalan (Turnix succicator), yg kerap ditemui ditegalan-tegalan, (2). Puyuh kuning (Turnix sylvatica)' (3). Puyuh hitam (Turnix maculosa). Dari Genus Coturnix yg ada di dalam kehidupan liar di Indonesia adalah Puyuh Batu (Coturnix chinensis) dimana dengan ciri-ciri : tubuh kecil seputar 15 cm serta masih tetap dapat didapati di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi serta Nusa Tenggara. Sedangkan Genus Arborophilla di Indonesia dikenal dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).

AL-SALWA ITU TERNYATA BURUNG PUYUH
Subhanallah, burung yg daging, telur, bulu bahkan kotorannya berfaedah untuk kehidupan manusia ini nyata-nyatanya yg di sebutkan SALWA dalam al-Quran. Kitab Suci ini menyebutnya sejumlah tiga kali, di antaranya dalam surah al-A`raf 160:وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa . "Kami menurunkan pada kamu mann serta salwa (mann yakni sama dengan madu dan salwa yakni sama dengan burung puyuh) konsumsilah (makanan) yg baik-baik dari rizki yang sudah Kami berikan kepadamu" (Q.S Al-Baqarah ;57)

Selama ini kata al-Salwa diterjemahkan secara fonologis ke bahasa Indonesia dengan menghilangkan partikel takrif al-. nyata-nyatanya beberapa orang baru sadari kalau al-Salwa itu nyatanya burung puyuh, setelah Pak Slamet Wuryadi R, pemilik Slamet Quali Farm (SQF), di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat mengkonfirmasi benar-tidaknya bahwa burung puyuh tersebut ialah al-Salwa.
Burung puyuh ini yaitu makanan pilihan Allah SWT yg diturunkan terhadap Bani Israil pada jaman Nabi Musa a.s, yg di turunkan bersama-sama mann, embun yang rasa-rasanya manis seperti madu. tidak tahu karena amat lezatnya atau apa, Google Translator menafsirkan al-mann wa al-salwa dengan "makanan dari sorga". Subhanallah. kecuali telur serta dagingnya, kotorannya berfungsi menjadi pupuk organik.

Klasifikasi Ilmiah
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yg punah ataupun yg hidup. Klasifikasi modern berakar pada skema Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut persamaan pembawaan fisik yang dimiliki . Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus mengontrol konsistensi dengan azas sifat umum yg di turunkan dari Charles Darwin.
buat mengenali serta mempelajari makhluk hidup keseluruhannya tdk mudah sehingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup merupakan satu cara memilah serta mengelompokkan makhluk hidup berubah menjadi kelompok atau unit tertentu.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang saat ini dimanfaatkan) ialah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/ Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), serta Spesies (style).
Tujuan klasifikasi makhluk hidup merupakan untuk memudahkan mengetahui, memperbandingkan, serta mendalami makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari kesamaan dan ketidaksamaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan serta perbedaan ciri yg dipunyai makhluk hidup, semisalnya bentuk badan atau peranan alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama digolongkan dalam sebuah golongan.
Contoh klasifikasi makhluk hidup merupakan :

Menurut ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan jadi pohon, perdu, serta semak.
Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan berubah menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
Menurut manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dsb
Berdasar pada jenis makanannya. Contoh: Hewan digolongkan berubah menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan dan tumbuhan (omnivora).
umumnya, trik pengelompokan makhluk hidup mirip ini dirasa kurang pas. perihal ini karena sebab dalam pengelompokan makhluk hidup lewat cara demikian dibikin berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya.
mengenai species (style) puyuh yang umum dibudidayakan yaitu Coturnix coturnix japonica dengan systematic zoology (Klasifikasi Ilmiah) sebagaimana berikut :

Beberapa ciri Burung Puyuh
Burung puyuh ialah unggas daratan yg kecil tetapi gemuk serta adalah satu diantaranya burung kecil dari famili phasianidae dengan panjang rata-rata sampai 7 inci. Mereka pemakan biji-bijian tapi juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, serta berkemampuan buat lari dan terbang rendah (tidak bisa terbang tinggi) terkecuali apabila terganggu namun dengan jarak tempuh yang pendek. Burung Puyuh punya kekuatan hidup bersosial dengan baik. Pada umumnya Burung Puyuh betina mulai bertelur pada umur 50 hari meski dewasa tubuh baru umur 70 hari.
Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori serta dapat terbang buat jarak yang jauh.Puyuh jepang diternakkan terpenting sebab telurnya.
Bangsa puyuh bobwhite (colinus virginianus) di Amerika Utara seringkali dikatakan sebagai quail, tapi di amerika selatan dinamakan partridge. Semua puyuh mempunyai ukuran pendek, gemuk, bulat dengan kaki-kaki yg kuat, dan bulunya tertutup oleh warna cokelat bercak-bercak putih hitam.
tanda-tanda umum Burung Puyuh adalah seperti berikut:

Model burung yang tak dapat terbang, kecuali akan terbang rendah jika dalam keadaan terancam.
Ukuran badan relatif kecil.
Berkaki pendek dan dapat diadu.
Produksi telurnya 200-300 butir/ tahun
Berat telurnya kurang lebih 10 gr
Berat puyuh dewasa kurang lebih 140 gr

1.5. Maksud Pemeliharaan
Berdasar pada pemanfaatannya, jadi ada 3 style Burung Puyuh yang dijaga ialah Burung Puyuh Petelur, Pedaging dan Hias.

Faedah
Fungsi Pemeliharaan Burung Puyuh, misalnya :

Menghasilkan telur mengonsumsi
Telur puyuh mengandung 13,6% protein (ayam 12,7%),lemak 8,24% (ayam 11,3%).
membuahkan daging
Bulunya jadi bahan beragam kerajinan atau piranti rumah tangga yang lain
Kotorannya jadi pupuk kandang atau kompos yg baik bisa dipakai menjadi pupuk tanaman.
utama Peternakan
kunci Peternakan burung puyuh terdapat banyak di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

Periode Pemeliharaan
Pemeliharaan puyuh Petelur dikelompokan dalam 3 periode pemeliharaan, yaitu :
Periode starter (1 hari – 3 minggu),
Periode grower (3-7 minggu), dan
Periode layer (7 minggu-apkir)
sedang untuk puyuh Pedaging / Potong dalam 2 periode yakni tahap Starter dan tahap Finisher.

Budidaya Burung Puyuh
A. Prasyarat Teknis Budidaya Burung Puyuh
Sebelum upaya beternak di mulai, seorang peternak perlu mendalami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengaturan upaya peternakan), breeding (pembibitan) serta feeding (makanan ternak/pakan)

1) Syarat-syarat area
§ Tempat jauh dari keramaian serta pemukiman masyarakat
§ Area miliki trik transportasi, terpenting jalan sapronak dan jalur-jalur pemasaran
§ Tempat dipilih bebas dari wabah penyakit
§ Bukan merupakan daerah seringkali banjir
§ Merupakan daerah yang senantiasa mendapatkan rotasi udara yang baik.

2) Penyiapan Sarana dan perabotan (Perkandangan)
Dalam skema perkandangan yg perlu jadi perhatian yaitu temperatur kandang yg bagus atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (perihal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang semestinya diatur supaya cahaya matahari pagi dapat masuk dalam kandang.

3) Kandang
Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yg biasa ditempatkan adalah skema litter (lantai sekam) serta metode sangkar (batere). Dengan bentuk sangkar ini jadi kandang dapat diatur 3-4 tingkat

Kandang skema litter
skema litter memiliki kelebihan salah satunya :

Hemat tenaga serta praktis karena tdk membersihkan sehari-hari
Merupakan sumber vitamin B12
Dasar kandang tidak cepat rusak
Kesehatan kaki puyuh terjamin
Kehangatan merata
bisa menyerap kotoran serta air
kurangi kanibalisme sebab puyuh tetap mengkais.
tapi tidak cuman kebaikan, metode litter juga miliki kelemahan diantaranya :

Litter yang basah membawa dampak sumber penyakit
Penggantian litter setiap penggantian penghuni.
lantaran puyuh suka mengkais jadi wadah makanan seharusnya diletakkan diluar kandang supaya tidak penuh litter dan jika terpaksa diletakkan dalam kandang, maka tempat pakan harus didesain tidak mudah tercemar litter.
mengenai kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
(a) Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan potensi menghasilkan telur yang bermutu. Besar atau ukuran kandang yg akan dimanfaatkan mesti sama dengan jumlahnya puyuh yang akan dijaga. Idealnya satu ekor puyuh dewasa memerlukan luas kandang 20 cm2

(b) Kandang buat induk petelur
Kandang ini memiliki fungsi jadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini punyai bentuk, ukuran, dan kebutuhan perlengkapan yang sama. Kepadatan kandang tambah besar akan tetapi juga bisa sama

(c) Kandang untuk anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang buat anak puyuh pada umur starter, ialah mulai usia satu hari sampai dengan dua hingga sampai tiga minggu. Kandang ini memiliki fungsi untuk mengontrol biar anak puyuh yang masih tetap memerlukan pemanasan itu tetap terlindung serta mendapatkan panas yg sesuai dengan kepentingan. Kandang ini butuh dilengkapi alat pemanas. rata-rata ukuran yang seringkali digunakan ialah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukuplah berisi 90-100 ekor anak puyuh

(d) Kandang untuk puyuh usia grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran ataupun peralatannya sama dengan kandang buat induk petelur. Alas kandang rata-rata berwujud kawat ram
Kepadatan kandang juga butuh jadi perhatian. Kandang sangatlah bertindak terhadap daya hidup, produksi puyuh serta cost produksi. Perlengkapan serta peralatan kandang puyuh yg diperlukan berupa wadah pakan, wadah minum serta tempat telur. Kandang starter (1-3 minggu) butuh ditambahkan dengan pemanas (brooder)

4) Perabotan
Perabotan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan

Ringkasan dari Persiapan tempat serta Peralatan terbagi dalam :
a.Fasilitas-fasilitas inti yang dibutuhkan antara lain :
Rumah induk
Kandang pembesaran
Kandang teluran
b.Fasilitas-fasilitas pendukungnya di antaranya :
Tempat minum pembesaran
Nampan untuk pakan pembesaran
Sambungan listrik untuk rumah induk dan kandang pembesaran
Lampu-lampu
Paralon-paralon buat minum dan makan di kandang teluran
Ember minum, ember pakan, ciduk, dan lain-lain
Tampungan air jika diperlukan.
c.sarana tambahannya, yakni septik tank untuk pembuangan kotoran.

B. Bibit
1) Peyiapan Bibit
Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan tujuan pemeliharaan. umumnya teknik penentuan bakalan sama dengan pemilihan bakalan pada ayam atau itik, adalah di ambil berdasarkan potensi induknya. Parameter yg disaksikan ialah kapabilitas produksi, kemampuan untuk tumbuh, serta penampilan eksterior. tampilan eksterior disaksikan dari semasing individu dengan indikasi sehat, tidak cacat dan lincah.

Ada 3 (tiga) jenis tujuan pemeliharaan burung puyuh, ialah:

Untuk produksi telur mengonsumsi, diambil bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari karier penyakit. Puyuh ketam adalah style puyuh dengan warna bulu pada punggung hitam bintik putih.
Untuk produksi daging puyuh, di ambil bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran
Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, di pilih bibit puyuh betina jenis ketam yg baik produksi telurnya (kapabilitas bertelurnya cukup tinggi yakni kurang lebih 300 butir per tahun) dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina supaya dapat menjamin telur tetas yang baik. Awal bertelur puyuh terjadi pada usia 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.
C. Pakan
Pada situasi aslinya, makanan burung puyuh yaitu biji-bijian, daun-daunan serta serangga. Pada pemeliharaan lewat cara intensif karena itu makanan harus tersedia lengkap. Makanan puyuh dikasihkan dengan ad libitum dengan kandungan kekuatan metabolis seputar 2900 kkal/kg dan diperkirakan mengkonsumsi untuk puyuh dewasa 20 gr/ hari.babak starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 %, sesi Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %Fase Layer ( sehabis usia 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %Sebagai potong, (sehabis 8 bulan), maka PK ± 20 persen.

Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan untuk puyuh terdiri dalam beberapa bentuk, yakni: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yg suka usil mematuk temannya bakal punya kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan dikasihkan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. dan puyuh remaja/dewasa dikasihkan ransum cuma satu kali satu hari adalah saat pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

D. Pemeliharaan Kesehatan
1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
buat mengontrol munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi pada puyuh butuh dijalankan sedini mungkin

2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dikerjakan kapan saja dan seandainya ada pertanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus lekas dilakukan penyembuhan sesuai dengan arahan dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau anjuran dari Poultry Shoup

3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa dikasihkan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat selekasnya dijalankan jika puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta pertolongan petunjuk dari PPL ditempat atau dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada pada dekat Anda beternak puyuh

E. Hama serta Penyakit
1.Radang usus (Quail enteritis)
pemicu: bakteri anerobik yang membuat spora dan menyerang usus, hingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu terlihat kusam, kotoran berk yang membentuk spora serta menyerang usus, hingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mempunyai kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yg telah terinfeksi.

2.Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik tersedianya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tak menentu serta lumpuh.
Pengendalian: (1) mengontrol kebersihan lingkungan serta perlengkapan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, menghambat tamu masuk areal peternakan tiada baju yang mensucihamakan/ steril dan melakukan vaksinasi NCD. sampai saat ini belumlah ada obatnya

3.Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum serta merupakan penyakit menyebar.
tanda-tanda: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama seperti pengendalian penyakit tetelo

4.Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) mengawasi kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan lewat mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5.Cacar Unggas (Fowl Pox)
Pemicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur serta style kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yg bila dilepaskan bakal mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.

6.Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang berwujud benar-benar menyerang.
Gejala: puyuh tampak lesu, bulu kusam, gemetar, sukar bernafas, batuk dan bersi, mata serta hidung terkadang keluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher cukup terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yg bergizi dengan sanitasi yang ideal

7. Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami problem pernafasan, mata terjadi susunan putih serupa keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan seputarnya

8.Cacingan
Pemicu: sanitasi yg buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu serta lemah.
Pengendalian: mengawasi kebersihan kandang serta pemberian pakan yang terjaga kebersihannya

Bibit Puyuh Blitar

F. PANEN
a. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil pentingnya yaitu produksi telurnya yang dipanen tiap-tiap hari diwaktu masa produksi berlangsung.
b. Hasil penambahan
sedang sebagai hasil tambahan salah satunya berwujud daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.

Bibit Puyuh Blitar

G. PASCAPANEN
a. Pemasaran
Untuk beberapa umumnya, banyak petani dan peternak di Indonesia cukuplah menguasai dalam berproduksi. sebagai rintangan lalu yakni kurang atau mungkin tidak terdapatnya pemasaran. berdasar pada Artikel di Majalah Trubus, jika di Negara Thailand ada kementrian pemasaran hasil-hasil pertanian, hingga petani jadi prosuden tidak akan khawatir jika sampai tak dapat pasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yang sesuai dengan.
Negara Indonesia menjadi negara agraris yang lebih luas daripada Thailand kali saja dalam Departemen Pertaniannya ada juga sisi yg mengurus masalah pemasaran sejumlah hasil pertanian. tetapi sampai sekarang ini belumlah ada realitas yang maksimal dari bagian pemasaran itu, khususnya yg membela keperluan beberapa peternak kecil serta menengah.
Dalam upaya burung puyuh petelur, umumnya pemasaran hasil dilaksanakan dengan jalan Pola Kemitraan antara Peternak menjadi plasma dan Pelaku Pemasaran jadi inti.
Bibit Puyuh Blitar




Bibit Puyuh Blitar


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224

Senin, 20 Mei 2019

Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi

Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi


Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi - Butuh Info? Telp 085204442224 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Burung Puyuh merupakan komoditas ternak unggas yg kurang popular dibanding dengan type unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik ). sebenarnya Burung Puyuh miliki kekuatan yang besar untuk dikembangkan, lantaran puyuh menghasilkan pangan yang tinggi nilai gizinya dan dapat menunjang penyediaan beberapa protein hewani yang diperlukan dalam makanan kita sesehari. Selain menaikkan kesejahteraan keluarga, pemeliharaan puyuh ikut efektif buat menaikkan pendapatan.
Pertimbangan untuk pelihara puyuh didasarkan pada keperluan modal upaya pemeliharaan yang diperlukan relatif kecil, bisa dipelihara dalam lingkup rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendek (6 minggu mulai bertelur), relatif tahan terhadap serangan penyakit, serta produksi daging dan telurnya tinggi.



Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224
q

Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi

Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi


Riwayat. Asal usul Burung Puyuh (Coturnix coturnix) ini belum pula jelas benar serta diramalkan dari coturnix liar yang dijinakkan. Puyuh merupakan model burung yang tidak bisa terbang, ukuran badan relatif kecil, berkaki pendek serta dapat diadu. Burung puyuh dimaksud ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang pertama-tama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Di Indonesia Burung Puyuh mulai dikenal, serta diternak sejak akhir tahun 1979.
Berbagai macam Genus Burung Puyuh yang kita kenal adalah :

1. Genus Coturnix

Puyuh Biasa, Coturnix coturnix
Puyuh Jepang, Coturnix japonica
Puyuh Stubble, Coturnix pectoralis
Puyuh Selandia Baru, Coturnix novaezelandiae – (punah)
Puyuh Hujan, Coturnix coromandelica
Puyuh Harlequin, Coturnix delegorguei
Puyuh Coklat, Coturnix ypsilophora
Puyuh Biru, Coturnix adansonii dan Puyuh Biru Asia, Coturnix chinensis
2.Genus Anurophasis

Puyuh Pegunungan Salju, Anurophasis monorthonyx
3. Genus Perdicula

Puyuh Semak rimba, Perdicula asiatica
Puyuh Semak Bebatuan, Perdicula argoondah
Puyuh Semak Bermotif, Perdicula erythrorhyncha
Puyuh Semak Manipur, Perdicula manipurensis
4.Genus Ophrysia

Puyuh Himalaya, Ophrysia superciliosa — kritis/punah
umumnya Burung Puyuh yang banyak dikembangkan ialah dari Marga Turnix, Coturnix serta Arborophilla. Arborophilla serta coturnix seperti ayam (gallus) termasuk juga family Phasianidae, sedang genus turnix termasuk juga family Turnicidae
Puyuh yg termasuk juga Genus Turnix memiliki ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan tengah yang ke belakang tidak ada. misalnya : (1). Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang seringkali dijumpai ditegalan-tegalan, (2). Puyuh kuning (Turnix sylvatica)' (3). Puyuh hitam (Turnix maculosa). Dari Genus Coturnix yang ada di dalam kehidupan liar di Indonesia ialah Puyuh Batu (Coturnix chinensis) di mana dengan ciri-ciri : tubuh kecil sekitar 15 cm serta tetap dapat didapati di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Sedangkan Genus Arborophilla di Indonesia dikenal dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).

AL-SALWA ITU TERNYATA BURUNG PUYUH
Subhanallah, burung yang daging, telur, bulu bahkan juga kotorannya bermanfaat untuk kehidupan manusia ini nyata-nyatanya yg di sebutkan SALWA dalam al-Quran. Kitab Suci ini mengatakan sebanyak tiga kali, di antaranya dalam surah al-A`raf 160:وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa . "Kami menurunkan pada kamu mann serta salwa (mann ialah sama dengan madu sedang salwa yaitu sejenis burung puyuh) makanlah (makanan) yang baik-baik dari rejeki yang udah Kami berikan kepadamu" (Q.S Al-Baqarah ;57)

Sejauh ini kata al-Salwa diterjemahkan lewat cara fonologis ke dalam bahasa Indonesia dengan menghilangkan partikel takrif al-. nyatanya beberapa orang baru tahu jika al-Salwa itu nyatanya burung puyuh, sehabis Pak Slamet Wuryadi R, pemilik Slamet Quali Farm (SQF), di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat mengkonfirmasi benar-tidaknya bahwa burung puyuh itu merupakan al-Salwa.
Burung puyuh ini adalah makanan pilihan Allah SWT yang diturunkan terhadap Bani Israil pada masa Nabi Musa a.s, yg diturunkan bersama mann, embun yang terasa manis seperti madu. tidak tahu karena amat lezatnya atau apakah, Google Translator mengartikan al-mann wa al-salwa dengan "makanan dari sorga". Subhanallah. Selain telur dan dagingnya, kotorannya berfungsi sebagai pupuk organik.

Klasifikasi Ilmiah
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana pakar biologi mengelompokkan serta mengkategorikan spesies dari organisme yg punah atau yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada skema Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kemiripan karakter fisik yang dipunyai . Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus menjaga kedisiplinan dengan asas pembawaan umum yang diturunkan dari Charles Darwin.
untuk mengetahui dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tdk simpel hingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup ialah suatu langkah memilah serta mengelompokkan makhluk hidup jadi grup atau unit tertentu.
posisi klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang saat ini dipakai) yaitu Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/ Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), serta Spesies (tipe).
arah klasifikasi makhluk hidup yaitu untuk memudahkan mengetahui, memperbandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. memperbandingkan bermakna mencari persamaan dan ketaksamaan karakter atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan serta ketidaksamaan ciri yg dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau kegunaan alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikategorikan dalam sebuah grup.
Contoh klasifikasi makhluk hidup merupakan :

Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan berubah menjadi pohon, perdu, serta semak.
Berdasar pada lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan jadi tumbuhan yg hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
Berdasarkan faedahnya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dll
Berdasarkan type makanannya. Contoh: Hewan digolongkan jadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), serta hewan pemakan hewan dan tumbuhan (omnivora).
untuk beberapa umumnya, trik pengelompokan makhluk hidup seperti ini dipandang kurang cocok. perihal ini karena disebabkan dalam pengelompokan makhluk hidup secara demikian dibuat berdasar pada impian orang yang mengelompokkannya.
mengenai species (jenis) puyuh yang umum dibudidayakan yaitu Coturnix coturnix japonica dengan systematic zoology (Klasifikasi Ilmiah) sebagai berikut :

Tanda-tanda Burung Puyuh
Burung puyuh yaitu unggas daratan yang kecil tetapi gemuk serta merupakan salah satu burung kecil dari famili phasianidae dengan panjang rata-rata sampai 7 inci. Mereka pemakan biji-bijian tetapi ikut pemakan serangga serta mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, serta berkemampuan untuk lari serta terbang rendah (tidak bisa terbang tinggi) terkecuali jika terganggu namun dengan jarak tempuh yg pendek. Burung Puyuh miliki kebolehan hidup bersosial dengan baik. biasanya Burung Puyuh betina mulai bertelur pada umur 50 hari walau dewasa badan baru umur 70 hari.
sejumlah spesies seperti puyuh jepang ialah migratori dan mampu terbang untuk jarak yang jauh.Puyuh jepang diternakkan terpenting karena telurnya.
Bangsa puyuh bobwhite (colinus virginianus) di Amerika Utara sering disebut sebagai quail, akan tetapi di amerika selatan dinamakan partridge. Semua puyuh berukuran pendek, gemuk, bundar dengan kaki-kaki yang kuat, serta bulunya tertutup oleh warna cokelat bercak-bercak putih hitam.
beberapa ciri umum Burung Puyuh adalah sebagai berikut:

Type burung yang tidak dapat terbang, kecuali akan terbang rendah bila dalam keadaan terancam.
Ukuran badan relatif kecil.
Berkaki pendek dan bisa diadu.
Produksi telurnya 200-300 butir/ tahun
Berat telurnya kurang lebih 10 gram
Berat puyuh dewasa seputar 140 gram

1.5. Maksud Pemeliharaan
Berdasar pada pemanfaatannya, maka ada 3 style Burung Puyuh yg dijaga adalah Burung Puyuh Petelur, Pedaging serta Hias.

Manfaat
Kegunaan Pemeliharaan Burung Puyuh, diantaranya :

Membuahkan telur mengonsumsi
Telur puyuh mempunyai kandungan 13,6% protein (ayam 12,7%),lemak 8,24% (ayam 11,3%).
Menghasilkan daging
Bulunya menjadi bahan aneka kerajinan atau piranti rumah tangga lainnya
Kotorannya menjadi pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat diperlukan jadi pupuk tanaman.
kunci Peternakan
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah

Periode Pemeliharaan
Pemeliharaan puyuh Petelur dikelompokan dalam 3 periode pemeliharaan, adalah :
Periode starter (1 hari – 3 minggu),
Periode grower (3-7 minggu), dan
Periode layer (7 minggu-apkir)
Sedangkan buat puyuh Pedaging / Potong dalam 2 periode ialah Fase Starter dan sesi Finisher.

Budidaya Burung Puyuh
A. Syarat tehnis Budidaya Burung Puyuh
Sebelum usaha beternak diawali, seseorang peternak mesti memahami 3 (tiga) unsur produksi adalah: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

1) Syarat-syarat area
§ Tempat jauh dari keramaian serta pemukiman masyarakat
§ Area punya strategi transportasi, terlebih jalan sapronak dan jalur-jalur pemasaran
§ Lokasi dipilih bebas dari wabah penyakit
§ Bukan merupakan daerah sering banjir
§ Merupakan daerah yang selamanya mendapat rotasi hawa yg baik.

2) Penyiapan fasilitas dan perabotan (Perkandangan)
Dalam sistem perkandangan yg perlu dilihat adalah temperatur kandang yang bagus atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembapan kandang sekitar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (soal ini berlaku buat cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang baiknya ditata biar sinar matahari pagi dapat masuk dalam kandang.

3) Kandang
Mode kandang puyuh ada 2 (dua) ragam yang biasa ditempatkan adalah skema litter (lantai sekam) dan mode sangkar (batere). Dengan bentuk sangkar ini maka kandang dapat diatur 3-4 tingkat

Kandang skema litter
mode litter memiliki kelebihan misalnya :

Irit tenaga dan praktis lantaran tak membersihkan tiap-tiap hari
Merupakan sumber vitamin B12
Basic kandang tidak cepat rusak
Kesehatan kaki puyuh terjamin
Kehangatan sama rata
Dapat menyerap kotoran serta air
Mengurangi kanibalisme lantaran puyuh selalu mengkais.
tetapi kecuali kebaikan, metode litter pun mempunyai kelemahan misalnya :

Litter yang basah menyebabkan sumber penyakit
perubahan litter tiap-tiap perubahan penghuni.
sebab puyuh suka mengkais maka wadah makanan sebaiknya diletakkan di luar kandang agar tdk penuh litter dan bila harus ditempatkan dalam kandang, jadi tempat pakan harus di rancang tidak mudah tercemar litter.
Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
(a) Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas serta kapabilitas membuahkan telur yg berkualitas. Besar atau ukuran kandang yg akan dipakai mesti sesuai dengan jumlah puyuh yg bakal dipelihara. baiknya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 20 cm2

(b) Kandang buat induk petelur
Kandang ini berperan menjadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini punya bentuk, ukuran, serta kebutuhan peralatan yang sama. Kepadatan kandang semakin besar tapi dapat pula sama

(c) Kandang untuk anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yakni mulai usia sehari s/d dua hingga tiga minggu. Kandang ini memiliki fungsi untuk mengontrol supaya anak puyuh yang tetap butuh pemanasan itu masih terlindung serta mendapat panas yang sesuai keperluan. Kandang ini perlu ditambahkan alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering dipakai merupakan lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukup menampung 90-100 ekor anak puyuh

(d) Kandang buat puyuh usia grower (3-6 minggu) serta layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran ataupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang rata-rata berupa kawat ram
Kepadatan kandang ikut butuh dilihat. Kandang begitu berperan pada daya hidup, produksi puyuh serta cost produksi. perabotan dan peralatan kandang puyuh yg dibutuhkan berwujud wadah pakan, wadah minum serta tempat telur. Kandang starter (1-3 minggu) butuh ditambahkan dengan pemanas (brooder)

4) Peralatan
Perlengkapan kandang berbentuk tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan

Ikhtisar dari Persiapan fasilitas serta Peralatan terdiri dalam :
a.Fasilitas-fasilitas inti yg diperlukan di antaranya :
Rumah induk
Kandang pembesaran
Kandang teluran
b.Fasilitas-fasilitas pendukungnya misalnya :
Tempat minum pembesaran
Nampan untuk pakan pembesaran
Sambungan listrik buat rumah induk dan kandang pembesaran
Lampu-lampu
Paralon-paralon untuk minum dan makan di kandang teluran
Ember minum, ember pakan, ciduk, dan lain-lain
Tampungan air kalau diperlukan.
c.sarana tambahannya, yaitu septik tank untuk pembuangan kotoran.

B. Bibit
1) Peyiapan Bibit
Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan arah pemeliharaan. pada umumnya teknik penentuan akan sama juga dengan penentuan bakalan pada ayam atau itik, ialah di ambil berdasar pada kapabilitas induknya. Parameter yang disaksikan yakni potensi produksi, kapabilitas untuk tumbuh, dan penampilan eksterior. Penampilan exterior disaksikan dari masing-masing individu dengan indikasi sehat, tidak cacat serta tangkas.

Ada 3 (tiga) macam arah pemeliharaan burung puyuh, ialah:

Untuk produksi telur mengonsumsi, diambil bibit puyuh style ketam betina yang sehat atau bebas dari karir penyakit. Puyuh ketam ialah type puyuh dengan warna bulu pada punggung hitam bintik putih.
Buat produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran
Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, di pilih bibit puyuh betina model ketam yang baik produksi telurnya (kekuatan bertelurnya cukuplah tinggi ialah seputar 300 butir per tahun) dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina supaya dapat menjamin telur tetas yang baik. Awal bertelur puyuh terjadi pada usia 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.
C. Pakan
Pada keadaan aslinya, makanan burung puyuh merupakan biji-bijian, daun-daunan serta serangga. Pada pemeliharaan dengan cara sungguh-sungguh jadi makanan mesti ada lengkap. Makanan puyuh dikasihkan lewat cara ad libitum dengan kandungan kekuatan metabolis lebih kurang 2900 kkal/kg dan diramalkan mengonsumsi untuk puyuh dewasa 20 gr/ hari.sesi starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 %, sesi Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %Fase Layer ( sehabis usia 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %Sebagai potong, (selesai 8 bulan), jadi PK ± 20 prosen.

Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan buat puyuh terbagi dalam beberapa bentuk, ialah: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. lantaran puyuh yang suka usil mematuk temannya bakal mempunyai kegiatan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali satu hari pagi serta siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma 1 kali sehari ialah pada pagi hari. buat pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

D. Pemeliharaan Kesehatan
1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
buat mengawasi munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang serta vaksinasi terhadap puyuh perlu dikerjakan sedini mungkin

2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dijalankan kapan waktu serta seandainya ada sinyal tanda yg kurang sehat terhadap puyuh harus selekasnya dilakukan penyembuhan sama dengan panduan dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup

3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat dikasihkan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat selekasnya dilaksanakan jikalau puyuh nampak beberapa gejala sakit dengan memohon pemberian wejangan dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh

E. Hama dan Penyakit
1.Radang usus (Quail enteritis)
yang memicu: bakteri anerobik yang membuat spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu nampak kusam, kotoran berk yang membuat spora dan menyerang usus, hingga muncul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu tampak kusam, kotoran berair dan punya kandungan asam urat.
Pengendalian: melakukan perbaikan tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yg sehat dari yg udah terinfeksi.

2.Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang-kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik ada gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian: (1) mengontrol kebersihan lingkungan serta peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati selekasnya dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, menghambat tamu masuk area peternakan tiada busana yang mensucihamakan/ steril serta mengerjakan vaksinasi NCD. hingga sampai saat ini belumlah ada obatnya

3.Berak putih (Pullorum)
Yang menimbulkan: Kuman Salmonella pullorum dan adalah penyakit menebar.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo

4.Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) mengontrol kebersihan lingkungaan, mengontrol litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan lewat mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan di air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5.Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua usia serta style kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yg tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yg kalau dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.

6.Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg berbentuk sangatlah menyerang.
Gejala: puyuh terlihat lesu, bulu kusam, gemetar, susah bernafas, batuk dan bersi, mata serta hidung kadang mengeluarkan lendir dan kadang-kadang kepala dan leher lumayan terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang layak

7. Aspergillosis
Yang memicu: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh alami gangguan pernapasan, mata tercipta lapisan putih serupa keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang serta lingkungan sekitarnya

8.Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: mengawasi kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terbangun kebersihannya

Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi

F. PANEN
a. Hasil khusus
Pada upaya pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil pentingnya merupakan produksi telurnya yang dipanen sehari-hari selama masa produksi berjalan.
b. Hasil Tambahan
dan sebagai hasil penambahan misalnya berbentuk daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.

Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi

G. PASCAPANEN
a. Pemasaran
Pada umumnya, para petani serta peternak di Indonesia cukup oke dalam berproduksi. Yang menjadi rintangan lantas yaitu kurang atau mungkin tidak adanya pemasaran. menurut Artikel di Majalah Trubus, kalau di Negara Thailand ada kementrian pemasaran beberapa hasil pertanian, sehingga petani menjadi prosuden tidak akan kuatir bila sampai tidak dapat pasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yang sesuai sama.
Negara Indonesia sebagai negara agraris yg lebih luas ketimbang Thailand kali saja dalam Departemen Pertaniannya ada juga sisi yg mengurus masalah pemasaran beberapa hasil pertanian. Namun sampai sekarang belum ada fakta yang optimal dari bagian pemasaran itu, terutamanya yang membela kebutuhan beberapa peternak kecil serta menengah.
Dalam usaha burung puyuh petelur, pada umumnya pemasaran hasil dilakukan dengan jalan skema Kemitraan antara Peternak jadi plasma dan aktor Pemasaran sebagai pokok.
Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi




Jual Bibit Burung Puyuh Banyuwangi


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224

Bibit Burung Puyuh Bandung

Bibit Burung Puyuh Bandung


Bibit Burung Puyuh Bandung - Hubungi kami dengan Telp 085204442224 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Burung Puyuh adalah komoditas ternak unggas yg kurang popular dibanding dengan tipe unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik ). namun demikian sesungguhnya Burung Puyuh miliki potensi yang besar untuk dikembangkan, sebab puyuh membuahkan pangan yg tinggi nilai gizinya serta bisa menopang penyediaan beberapa protein hewani yang diperlukan dalam makanan kita sehari-hari. tidak hanya menaikkan kesejahteraan keluarga, pemeliharaan puyuh pun efektif buat menambah penghasilan.
Pertimbangan buat memelihara puyuh didasarkan pada keperluan modal upaya pemeliharaan yg dipakai relatif kecil, dapat dijaga dalam area rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendek (6 minggu mulai bertelur), relatif tahan terhadap serangan penyakit, serta produksi daging dan telurnya tinggi.



Bibit Burung Puyuh Bandung


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224
q

Bibit Burung Puyuh Bandung

Bibit Burung Puyuh Bandung


Peristiwa. Asal usul Burung Puyuh (Coturnix coturnix) ini belum jelas benar dan diramalkan dari coturnix liar yang dijinakkan. Puyuh merupakan jenis burung yang tidak bisa terbang, ukuran badan relatif kecil, berkaki pendek serta dapat diadu. Burung puyuh dimaksud pun Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Di Indonesia Burung Puyuh mulai diketahui, dan diternak semenjak akhir tahun 1979.
beragam macam Genus Burung Puyuh yang kita kenal adalah :

1. Genus Coturnix

Puyuh Biasa, Coturnix coturnix
Puyuh Jepang, Coturnix japonica
Puyuh Stubble, Coturnix pectoralis
Puyuh Selandia Baru, Coturnix novaezelandiae – (punah)
Puyuh Hujan, Coturnix coromandelica
Puyuh Harlequin, Coturnix delegorguei
Puyuh Coklat, Coturnix ypsilophora
Puyuh Biru, Coturnix adansonii serta Puyuh Biru Asia, Coturnix chinensis
2.Genus Anurophasis

Puyuh Pegunungan Salju, Anurophasis monorthonyx
3. Genus Perdicula

Puyuh Semak Hutan, Perdicula asiatica
Puyuh Semak Bebatuan, Perdicula argoondah
Puyuh Semak Bermotif, Perdicula erythrorhyncha
Puyuh Semak Manipur, Perdicula manipurensis
4.Genus Ophrysia

Puyuh Himalaya, Ophrysia superciliosa — krusial/punah
biasanya Burung Puyuh yg banyak di kembangkan ialah dari Marga Turnix, Coturnix dan Arborophilla. Arborophilla serta coturnix seperti ayam (gallus) termasuk juga family Phasianidae, sedang genus turnix termasuk juga family Turnicidae
Puyuh yang termasuk juga Genus Turnix memiliki ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan sedang yang ke belakang tidak ada. misalnya : (1). Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang sering ditemui ditegalan-tegalan, (2). Puyuh kuning (Turnix sylvatica)' (3). Puyuh hitam (Turnix maculosa). Dari Genus Coturnix yang ada pada kehidupan liar di Indonesia yaitu Puyuh Batu (Coturnix chinensis) dimana dengan beberapa ciri : tubuh kecil kurang lebih 15 cm dan masihlah bisa ditemui di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. dan Genus Arborophilla di Indonesia dikenal dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).

AL-SALWA ITU TERNYATA BURUNG PUYUH
Subhanallah, burung yang daging, telur, bulu bahkan kotorannya berfaedah bagi kehidupan manusia ini nyata-nyatanya yang di sebutkan SALWA dalam al-Quran. Kitab Suci ini menyebutnya sekitar tiga kali, di antaranya dalam surah al-A`raf 160:وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa . "Kami menurunkan pada kamu mann dan salwa (mann adalah sejenis madu sedang salwa yakni sejenis burung puyuh) makanlah (makanan) yang baik-baik dari rejeki yg sudah Kami beri kepadamu" (Q.S Al-Baqarah ;57)

Sampai kini kata al-Salwa diterjemahkan secara fonologis ke dalam bahasa Indonesia dengan menghilangkan partikel takrif al-. Ternyata sebagian orang baru menyadari jika al-Salwa itu ternyata burung puyuh, selesai Pak Slamet Wuryadi R, pemilik Slamet Quali Farm (SQF), di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat mengkonfirmasi benar-tidaknya kalau burung puyuh itu merupakan al-Salwa.
Burung puyuh ini ialah makanan pilihan Allah SWT yang di turunkan terhadap Bani Israil pada masa Nabi Musa a.s, yg diturunkan bersama dengan mann, embun yang rasanya manis seperti madu. tidak tahu saking lezatnya atau apakah, Google Translator menerjemahkan al-mann wa al-salwa dengan "makanan dari sorga". Subhanallah. Selain telur serta dagingnya, kotorannya berguna jadi pupuk organik.

Klasifikasi Ilmiah
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yg punah atau yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kemiripan pembawaan fisik yang dipunyai . Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus mengawasi kedisiplinan dengan azas pembawaan umum yg diturunkan dari Charles Darwin.
Untuk mengetahui dan pelajari makhluk hidup keseluruhannya tidak gampang hingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup merupakan satu cara pisah dan mengelompokkan makhluk hidup jadi kelompok atau unit spesifik.
Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat paling tinggi ke terendah (yg saat ini dimanfaatkan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/ Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (style).
maksud klasifikasi makhluk hidup ialah untuk membuat mudah mengenali, memperbandingkan, serta pelajari makhluk hidup. memperbandingkan berarti mencari kesamaan dan ketaksamaan karakter atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada kesamaan serta ketidaksamaan ciri yang dipunyai makhluk hidup, umpamanya bentuk badan atau peranan alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama digolongkan dalam sebuah golongan.
Contoh klasifikasi makhluk hidup merupakan :

Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan berubah menjadi pohon, perdu, dan semak.
Menurut lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan digolongkan jadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yg hidup di lingkungan air (hidrofit), serta tumbuhan yg hidup di lingkungan lembab (higrofit).
Menurut manfaatnya. Contoh: Tumbuhan digolongkan berubah menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan seterusnya
Berdasarkan model makanannya. Contoh: Hewan dikategorikan jadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan dan tumbuhan (omnivora).
pada umumnya, trik pengelompokan makhluk hidup semacam ini dikira kurang sesuai. soal ini disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup lewat cara demikian dibuat menurut kemauan orang yang mengelompokkannya.
Adapun species (style) puyuh yang umum dibudidayakan ialah Coturnix coturnix japonica dengan systematic zoology (Klasifikasi Ilmiah) sebagai berikut :

Beberapa ciri Burung Puyuh
Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil akan tetapi gemuk serta adalah salah satunya burung kecil dari famili phasianidae dengan panjang rata-rata sampai 7 inci. Mereka pemakan biji-bijian tetapi juga pemakan serangga serta mangsa mempunyai ukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, serta berkemampuan untuk lari serta terbang rendah (tak dapat terbang tinggi) terkecuali bila terganggu namun dengan jarak tempuh yang pendek. Burung Puyuh punyai kemampuan hidup bersosial dengan baik. Pada umumnya Burung Puyuh betina mulai bertelur pada umur 50 hari walau dewasa badan baru usia 70 hari.
sejumlah spesies seperti puyuh jepang yaitu migratori dan dapat terbang buat jarak yang jauh.Puyuh jepang diternakkan terutama sebab telurnya.
Bangsa puyuh bobwhite (colinus virginianus) di Amerika Utara kerap dikatakan sebagai quail, namun di amerika selatan disebut dengan nama partridge. Semua puyuh berukuran pendek, gemuk, bulat dengan kaki-kaki yg kuat, serta bulunya tertutup oleh warna cokelat bercak-bercak putih hitam.
Ciri-ciri umum Burung Puyuh adalah sebagaimana berikut:

Tipe burung yang tidak bisa terbang, kecuali akan terbang rendah bila dalam situasi terancam.
Ukuran badan relatif kecil.
Berkaki pendek dan dapat diadu.
Produksi telurnya 200-300 butir/ tahun
Berat telurnya kurang lebih 10 gr
Berat puyuh dewasa lebih kurang 140 gr

1.5. Arah Pemeliharaan
Berdasarkan pemanfaatannya, karena itu ada 3 type Burung Puyuh yg dipelihara yaitu Burung Puyuh Petelur, Pedaging serta Hias.

Fungsi
Kegunaan Pemeliharaan Burung Puyuh, diantaranya :

Membuahkan telur mengkonsumsi
Telur puyuh mempunyai kandungan 13,6% protein (ayam 12,7%),lemak 8,24% (ayam 11,3%).
Menghasilkan daging
Bulunya jadi bahan bermacam kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
Kotorannya sebagai pupuk kandang maupun kompos yang baik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman.
Sentra Peternakan
utama Peternakan burung puyuh terdapat banyak di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah

Periode Pemeliharaan
Pemeliharaan puyuh Petelur dikelompokan dalam 3 periode pemeliharaan, ialah :
Periode starter (1 hari – 3 minggu),
Periode grower (3-7 minggu), dan
Periode layer (7 minggu-apkir)
dan buat puyuh Pedaging / Potong dalam 2 periode yaitu Fase Starter serta Fase Finisher.

Budidaya Burung Puyuh
A. Syarat tekhnis Budidaya Burung Puyuh
Sebelum usaha beternak di mulai, seorang peternak kudu mendalami 3 (tiga) unsur produksi adalah: manajemen (pengendalian upaya peternakan), breeding (pembibitan) serta feeding (makanan ternak/pakan)

1) Beberapa syarat lokasi
§ Area jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
§ Area miliki siasat transportasi, khususnya jalur sapronak serta jalur-jalur pemasaran
§ Area terpilih bebas dari wabah penyakit
§ Bukan adalah daerah sering banjir
§ Adalah daerah yg selalu mendapat rotasi hawa yg baik.

2) Penyiapan Sarana dan perlengkapan (Perkandangan)
Dalam sistem perkandangan yang perlu dilihat yaitu temperatur kandang yang baik atau normal kira-kira 20-25 derajat C; kelembapan kandang kira-kira 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25- 40 watt, dan malam hari 40-60 watt (soal ini laku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang semestinya dirapikan supaya sinar matahari pagi bisa masuk kedalam kandang.

3) Kandang
Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa dipraktekkan yaitu mode litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Dengan bentuk sangkar ini jadi kandang dapat disusun 3-4 tingkat

Kandang skema litter
metode litter punya keunggulan di antaranya :

Hemat tenaga serta praktis lantaran tidak membersihkan tiap-tiap hari
Merupakan sumber vitamin B12
Basic kandang tak cepat rusak
Kesehatan kaki puyuh terjamin
Kehangatan merata
Dapat menyerap kotoran dan air
Mengurangi kanibalisme sebab puyuh selalu mengkais.
tapi kecuali kebaikan, mode litter juga miliki kelemahan antara lain :

Litter yang basah sebabkan sumber penyakit
pergantian litter setiap pergantian penghuni.
sebab puyuh senang mengkais maka wadah makanan sebaiknya di tempatkan diluar kandang supaya tak penuh litter serta bila terpaksa harus di tempatkan dalam kandang, karena itu tempat pakan harus didesain tak ringan tercemar litter.
mengenai kandang yang biasa dimanfaatkan dalam budidaya burung puyuh ialah:
(a) Kandang buat induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas serta kebolehan membuahkan telur yg berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai jumlahnya puyuh yang akan dirawat. Idealnya satu ekor puyuh dewasa perlu luas kandang 20 cm2

(b) Kandang untuk induk petelur
Kandang ini memiliki fungsi jadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini memiliki bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang semakin besar akan tetapi dapat juga sama

(c) Kandang buat anak puyuh/usia stater(kandang indukan)
Kandang ini adalah kandang untuk anak puyuh pada usia starter, adalah mulai umur satu hari s/d dua sampai tiga minggu. Kandang ini berperan buat mengontrol supaya anak puyuh yang masihlah butuh pemanasan itu konsisten terlindung serta mendapat panas yang sama dengan keperluan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. umumnya ukuran yg kerap diperlukan yaitu lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukuplah memuat 90-100 ekor anak puyuh

(d) Kandang buat puyuh usia grower (3-6 minggu) serta layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang rata-rata berwujud kawat ram
Kepadatan kandang juga perlu dilihat. Kandang begitu bertindak pada daya hidup, produksi puyuh serta ongkos produksi. Perlengkapan serta peralatan kandang puyuh yg diperlukan berupa wadah pakan, wadah minum serta tempat telur. Kandang starter (1-3 minggu) butuh diperlengkapi dengan pemanas (brooder)

4) Perlengkapan
Peralatan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan

Kesimpulan dari Persiapan fasilitas serta perlengkapan terdiri dalam :
a.Fasilitas-fasilitas pokok yang dibutuhkan diantaranya :
Rumah induk
Kandang pembesaran
Kandang teluran
b.Fasilitas-fasilitas pendukungnya misalnya :
Tempat minum pembesaran
Nampan untuk pakan pembesaran
Sambungan listrik untuk rumah induk dan kandang pembesaran
Lampu-lampu
Paralon-paralon buat minum dan makan di kandang teluran
Ember minum, ember pakan, ciduk, dan lain-lain
Tampungan air apabila dibutuhkan.
c.Fasilitas tambahannya, ialah septik tank buat pembuangan kotoran.

B. Bibit
1) Peyiapan Bibit
Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan arah pemeliharaan. untuk beberapa umumnya trik penentuan akan sama seperti penentuan bakalan pada ayam atau itik, yakni di pilih menurut kebolehan induknya. Parameter yang dilihat yakni kekuatan produksi, kebolehan untuk tumbuh, serta penampilan eksterior. tampilan eksterior disaksikan dari semasing individu dengan tanda-tanda sehat, tdk cacat serta lincah.

Ada 3 (tiga) jenis maksud pemeliharaan burung puyuh, yakni:

Untuk produksi telur mengonsumsi, diambil bibit puyuh model ketam betina yg sehat atau bebas dari karier penyakit. Puyuh ketam ialah model puyuh dengan warna bulu pada punggung hitam bintik putih.
Untuk produksi daging puyuh, di pilih bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran
Buat pembibitan atau produksi telur tetas, diseleksi bibit puyuh betina model ketam yang baik produksi telurnya (kebolehan bertelurnya cukuplah tinggi yaitu lebih kurang 300 butir per tahun) dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina supaya dapat menjamin telur tetas yang baik. Awal bertelur puyuh berlangsung pada usia 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.
C. Pakan
Pada kondisi aslinya, makanan burung puyuh yaitu biji-bijian, daun-daunan serta serangga. Pada pemeliharaan lewat cara mendalam jadi makanan harus tersedia lengkap. Makanan puyuh dikasihkan dengan ad libitum dengan kandungan kekuatan metabolis kira-kira 2900 kkal/kg serta diperkirakan mengonsumsi untuk puyuh dewasa 20 gr/ hari.sesi starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 prosen, sesi Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %Fase Layer ( setelah umur 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %Sebagai potong, (sesudah 8 bulan), maka PK ± 20 persen.

Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari sejumlah bentuk, ialah: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. sebab puyuh yang menyukai usil mematuk temannya akan punya aktivitas dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali satu hari pagi serta siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya 1x sehari yakni saat pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-terusan.

D. Pemeliharaan Kesehatan
1. Sanitasi dan perbuatan Preventif
Untuk mengontrol munculnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang serta vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin

2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan kapan saja serta jika ada pertanda yg kurang sehat terhadap puyuh harus selekasnya dilakukan penyembuhan sama dengan anjuran dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau saran dari Poultry Shoup

3. Pemberian Vaksinasi serta Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin bisa diberikan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilaksanakan apabila puyuh kelihatan gejala-gejala sakit dengan mengharap perlindungan petunjuk dari PPL setempat atau dari toko peternakan (Poultry Shoup), yg berada pada dekat Anda beternak puyuh

E. Hama serta Penyakit
1.Radang usus (Quail enteritis)
pemicu: bakteri anerobik yg membentuk spora serta menyerang usus, hingga timbul peradangan pada usus.
tanda-tanda: puyuh nampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berk yang membuat spora dan menyerang usus, hingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu nampak kusam, kotoran berair serta memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yg sehat dari yg udah terinfeksi.

2.Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh susah bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang-kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik ada tanda-tanda "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tdk menentu serta lumpuh.
Pengendalian: (1) mengawasi kebersihan lingkungan serta perabotan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, menahan tamu masuk area peternakan tiada pakaian yg mensucihamakan/ steril dan lakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya

3.Berak putih (Pullorum)
Yang menimbulkan: Kuman Salmonella pullorum serta merupakan penyakit menyebar.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama juga dengan pengendalian penyakit tetelo

4.Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) mengawasi kebersihan lingkungaan, menjaga litter terus kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan di air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5.Cacar Unggas (Fowl Pox)
Yang memicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur serta model kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang seandainya dilepaskan dapat mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.

6.Quail Bronchitis
Pemicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangatlah menyebar.
Gejala: puyuh terlihat lesu, bulu kusam, gemetar, susah bernafas, batuk serta bersi, mata serta hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir dan terkadang kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yg bergizi dengan sanitasi yang ideal

7. Aspergillosis
Yang menimbulkan: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh alami problem pernapasan, mata terjadi susunan putih mirip keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang serta lingkungan seputarnya

8.Cacingan
Yang memicu: sanitasi yg tidak baik.
tanda-tanda: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: mengawasi kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terbangun kebersihannya

Bibit Burung Puyuh Bandung

F. PANEN
a. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil pentingnya merupakan produksi telurnya yg dipanen sehari-hari selama saat produksi berlangsung.
b. Hasil penambahan
sedang sebagai hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

Bibit Burung Puyuh Bandung

G. PASCAPANEN
a. Pemasaran
Umumnya, beberapa petani dan peternak di Indonesia cukuplah mumpuni dalam berproduksi. Yang menjadi rintangan lalu yaitu kurang atau mungkin tidak ada pemasaran. menurut Artikel di Majalah Trubus, jika di Negara Thailand ada kementrian pemasaran beberapa hasil pertanian, sehingga petani jadi prosuden tak kan cemas kalaupun sampai tidak dapat pasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yang sesuai sama.
Negara Indonesia menjadi negara agraris yg lebih luas ketimbang Thailand barangkali dalam Departemen Pertaniannya ada pula sisi yang mengurusi masalah pemasaran sejumlah hasil pertanian. tetapi hingga sekarang belumlah ada fakta yang maksimal dari sisi pemasaran itu, terutama yg membela keperluan para peternak kecil dan menengah.
Dalam usaha burung puyuh petelur, biasanya pemasaran hasil dilaksanakan dengan jalan skema Kemitraan pada Peternak sebagai plasma serta pemeran Pemasaran sebagai pokok.
Bibit Burung Puyuh Bandung




Bibit Burung Puyuh Bandung


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224

Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur

Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur


Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur - Informasi Lebih lanjut Telp 085204442224 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.

Burung Puyuh merupakan komoditas ternak unggas yg kurang popular dibandingkan dengan tipe unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik ). Akan tetapi sebetulnya Burung Puyuh miliki kemampuan yang besar buat dikembangkan, karena puyuh membuahkan pangan yang tinggi nilai gizinya dan dapat menolong penyediaan sebagian protein hewani yang dibutuhkan dalam makanan kita keseharian. tidak cuman meningkatkan kesejahteraan keluarga, pemeliharaan puyuh ikut efektif untuk menaikkan penghasilan.
Pertimbangan untuk pelihara puyuh didasarkan pada kebutuhan modal upaya pemeliharaan yang dipakai relatif kecil, dapat dipelihara dalam area rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendek (6 minggu mulai bertelur), relatif tahan pada serangan penyakit, serta produksi daging dan telurnya tinggi.



Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224
q

Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur

Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur


Riwayat. asal mula Burung Puyuh (Coturnix coturnix) ini belum juga jelas benar dan diramalkan dari coturnix liar yg dijinakkan. Puyuh adalah model burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dimaksud ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya dimaksud "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Di Indonesia Burung Puyuh mulai dikenal, serta diternak sejak akhir tahun 1979.
pelbagai jenis Genus Burung Puyuh yg kita kenal ialah :

1. Genus Coturnix

Puyuh Biasa, Coturnix coturnix
Puyuh Jepang, Coturnix japonica
Puyuh Stubble, Coturnix pectoralis
Puyuh Selandia Baru, Coturnix novaezelandiae – (punah)
Puyuh Hujan, Coturnix coromandelica
Puyuh Harlequin, Coturnix delegorguei
Puyuh Coklat, Coturnix ypsilophora
Puyuh Biru, Coturnix adansonii dan Puyuh Biru Asia, Coturnix chinensis
2.Genus Anurophasis

Puyuh Pegunungan Salju, Anurophasis monorthonyx
3. Genus Perdicula

Puyuh Semak Hutan, Perdicula asiatica
Puyuh Semak Bebatuan, Perdicula argoondah
Puyuh Semak Bermotif, Perdicula erythrorhyncha
Puyuh Semak Manipur, Perdicula manipurensis
4.Genus Ophrysia

Puyuh Himalaya, Ophrysia superciliosa — gawat/punah
Pada umumnya Burung Puyuh yang banyak di kembangkan adalah dari Marga Turnix, Coturnix dan Arborophilla. Arborophilla serta coturnix seperti ayam (gallus) termasuk juga family Phasianidae, tengah genus turnix termasuk family Turnicidae
Puyuh yang termasuk Genus Turnix miliki ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan sedang yang ke belakang tidak ada. perumpamaannya : (1). Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang sering didapati ditegalan-tegalan, (2). Puyuh kuning (Turnix sylvatica)' (3). Puyuh hitam (Turnix maculosa). Dari Genus Coturnix yang ada di dalam kehidupan liar di Indonesia yaitu Puyuh Batu (Coturnix chinensis) di mana dengan beberapa ciri : tubuh kecil lebih kurang 15 cm serta masihlah dapat dijumpai di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. sedang Genus Arborophilla di Indonesia dikenal dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).

AL-SALWA ITU TERNYATA BURUNG PUYUH
Subhanallah, burung yang daging, telur, bulu bahkan juga kotorannya bermanfaat bagi kehidupan manusia ini nyata-nyatanya yg di jelaskan SALWA dalam al-Quran. Kitab Suci ini mengatakannya sekitar 3x, salah satunya dalam surah al-A`raf 160:وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى serta Kami turunkan terhadap mereka manna dan salwa . "Kami menurunkan kepadamu mann dan salwa (mann ialah sejenis madu dan salwa yaitu sejenis burung puyuh) konsumsilah (makanan) yang baik-baik dari rejeki yang telah Kami beri kepadamu" (Q.S Al-Baqarah ;57)

Sekian lama ini kata al-Salwa dialihkan dengan fonologis ke dalam bahasa Indonesia dengan menghilangkan partikel takrif al-. nyatanya beberapa orang baru mengetahui kalau al-Salwa itu nyatanya burung puyuh, setelah Pak Slamet Wuryadi R, pemilik Slamet Quali Farm (SQF), di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat mengkonfirmasi benar-tidaknya bahwa burung puyuh tersebut ialah al-Salwa.
Burung puyuh ini yaitu makanan pilihan Allah SWT yg diturunkan terhadap Bani Israil pada zaman Nabi Musa a.s, yg diturunkan berbarengan mann, embun yang berasa manis seperti madu. tidak tahu karena sangat lezatnya atau apakah, Google Translator menerjemahkan al-mann wa al-salwa dengan "makanan dari sorga". Subhanallah. tidak cuman telur serta dagingnya, kotorannya bermanfaat sebagai pupuk organik.

Klasifikasi Ilmiah
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan serta mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada mode Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut persamaan pembawaan fisik yg dimiliki . Pengelompokan ini udah direvisi semenjak Carolus Linnaeus mengawasi konsistensi dengan azas sifat umum yang diturunkan dari Charles Darwin.
buat mengetahui dan mempelajari makhluk hidup keseluruhannya tidak gampang hingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup merupakan suatu metode pisah serta mengelompokkan makhluk hidup menjadi group atau unit khusus.
barisan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat paling tinggi ke paling rendah (yg sekarang dimanfaatkan) ialah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/ Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), Genus (Marga), serta Spesies (model).
maksud klasifikasi makhluk hidup ialah buat membuat lebih mudah mengetahui, memperbandingkan, serta mempelajari makhluk hidup. memperbandingkan bermakna mencari persamaan serta ketaksamaan pembawaan atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan ketaksamaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk badan atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikategorikan pada suatu group.
Contoh klasifikasi makhluk hidup ialah :

Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan jadi pohon, perdu, dan semak.
Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan digolongkan jadi tumbuhan yg hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikategorikan berubah menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dsb
Menurut tipe makanannya. Contoh: Hewan digolongkan berubah menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan dan tumbuhan (omnivora).
untuk beberapa umumnya, langkah pengelompokan makhluk hidup sesuai ini dikira kurang sesuai. Hal ini disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup secara demikian dibuat berdasarkan impian orang yg mengelompokkannya.
Adapun species (jenis) puyuh yang umum dibudidayakan yaitu Coturnix coturnix japonica dengan systematic zoology (Klasifikasi Ilmiah) sebagaimana berikut :

Ciri-ciri Burung Puyuh
Burung puyuh adalah unggas daratan yg kecil namun gemuk dan adalah salah satunya burung kecil dari famili phasianidae dengan panjang rata-rata meraih 7 inci. Mereka pemakan biji-bijian akan tetapi ikut pemakan serangga dan mangsa mempunyai ukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang rendah (tak dapat terbang tinggi) kecuali apabila terganggu namun dengan jarak tempuh yang pendek. Burung Puyuh punya kekuatan hidup bersosial dengan baik. Pada umumnya Burung Puyuh betina mulai bertelur pada usia 50 hari walaupun dewasa tubuh baru umur 70 hari.
sejumlah spesies seperti puyuh jepang adalah migratori serta sanggup terbang untuk jarak yg jauh.Puyuh jepang diternakkan terutama sebab telurnya.
Bangsa puyuh bobwhite (colinus virginianus) di Amerika Utara kerap disebut yaitu quail, akan tetapi di amerika selatan dinamakan partridge. Semua puyuh mempunyai ukuran pendek, gemuk, bundar dengan kaki-kaki yang kuat, serta bulunya tertutup oleh warna cokelat bercak-bercak putih hitam.
beberapa ciri umum Burung Puyuh merupakan sebagai berikut:

Type burung yang tidak dapat terbang, terkecuali akan terbang rendah jika dalam kondisi terancam.
Ukuran badan relatif kecil.
Berkaki pendek serta dapat diadu.
Produksi telurnya 200-300 butir/ tahun
Berat telurnya kira-kira 10 gram
Berat puyuh dewasa kurang lebih 140 gram

1.5. Tujuan Pemeliharaan
Berdasarkan pemanfaatannya, jadi ada 3 type Burung Puyuh yang dirawat yakni Burung Puyuh Petelur, Pedaging serta Hias.

Fungsi
Fungsi Pemeliharaan Burung Puyuh, salah satunya :

Menghasilkan telur mengonsumsi
Telur puyuh mempunyai kandungan 13,6% protein (ayam 12,7%),lemak 8,24% (ayam 11,3%).
membuahkan daging
Bulunya menjadi bahan aneka kerajinan atau piranti rumah tangga lainnya
Kotorannya menjadi pupuk kandang maupun kompos yang baik dapat diperlukan menjadi pupuk tanaman.
utama Peternakan
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

Periode Pemeliharaan
Pemeliharaan puyuh Petelur dikelompokan dalam 3 periode pemeliharaan, yaitu :
Periode starter (1 hari – 3 minggu),
Periode grower (3-7 minggu), dan
Periode layer (7 minggu-apkir)
sedang untuk puyuh Pedaging / Potong dalam 2 periode yaitu babak Starter serta babak Finisher.

Budidaya Burung Puyuh
A. Ketentuan Teknis Budidaya Burung Puyuh
Sebelum usaha beternak di mulai, seorang peternak kudu mengerti 3 (tiga) unsur produksi yakni: manajemen (pengaturan upaya peternakan), breeding (pembibitan) serta feeding (makanan ternak/pakan)

1) Persyaratan tempat
§ Area jauh dari keramaian serta pemukiman masyarakat
§ Tempat miliki strategi transportasi, terpenting jalan sapronak serta jalur-jalur pemasaran
§ Tempat dipilih bebas dari wabah penyakit
§ Bukan adalah daerah sering banjir
§ Merupakan daerah yang selalu memperoleh aliran hawa yang baik.

2) Penyiapan Sarana serta perlengkapan (Perkandangan)
Dalam skema perkandangan yang butuh diperhatikan merupakan temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang sekitar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, dan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang seharusnya dirapikan biar cahaya matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

3) Kandang
Model kandang puyuh ada 2 (dua) ragam yang biasa dipraktekkan yaitu sistem litter (lantai sekam) serta skema sangkar (batere). Dengan bentuk sangkar ini karena itu kandang bisa disusun 3-4 tingkat

Kandang sistem litter
Sistem litter memiliki keunggulan di antaranya :

Irit tenaga dan praktis sebab tidak membersihkan sehari-hari
Merupakan sumber vitamin B12
Basic kandang tidak cepat rusak
Kesehatan kaki puyuh terjamin
Kehangatan merata
Dapat menyerap kotoran serta air
kurangi kanibalisme lantaran puyuh selalu mengkais.
Namun selain kebaikan, mode litter pun miliki kekurangan diantaranya :

Litter yang basah menyebabkan sumber penyakit
pergantian litter setiap perubahan penghuni.
Karena puyuh suka mengkais jadi wadah makanan semestinya diletakkan di luar kandang agar tak penuh litter serta bila harus di tempatkan dalam kandang, karena itu tempat pakan mesti didesain tak gampang tercemar litter.
Adapun kandang yg biasa dimanfaatkan dalam budidaya burung puyuh adalah:
(a) Kandang buat induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan kebolehan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan dipakai mesti sesuai banyaknya puyuh yg bakal dipelihara. baiknya satu ekor puyuh dewasa perlu luas kandang 20 cm2

(b) Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi jadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, serta keperluan peralatan yg sama. Kepadatan kandang tambah besar akan tetapi dapat juga sama

(c) Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang untuk anak puyuh pada umur starter, ialah mulai usia satu hari s/d dua hingga tiga minggu. Kandang ini berperan untuk menjaga agar anak puyuh yg masih memerlukan pemanasan itu masih terlindung serta mendapatkan panas yang sesuai dengan keperluan. Kandang ini butuh dilengkapi alat pemanas. umumnya ukuran yang kerap dipakai ialah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup berisi 90-100 ekor anak puyuh

(d) Kandang untuk puyuh usia grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran ataupun peralatannya sama seperti kandang buat induk petelur. Alas kandang rata-rata berwujud kawat ram
Kepadatan kandang pun perlu dilihat. Kandang begitu berperan pada daya hidup, produksi puyuh serta ongkos produksi. peralatan serta peralatan kandang puyuh yang diperlukan berbentuk wadah pakan, wadah minum serta tempat telur. Kandang starter (1-3 minggu) perlu diperlengkapi dengan pemanas (brooder)

4) Peralatan
Perabotan kandang berwujud tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan

Kesimpulan dari Persiapan media dan Peralatan terdiri dalam :
a.Fasilitas-fasilitas pokok yang dibutuhkan di antaranya :
Rumah induk
Kandang pembesaran
Kandang teluran
b.Fasilitas-fasilitas pendukungnya salah satunya :
Tempat minum pembesaran
Nampan untuk pakan pembesaran
Sambungan listrik buat rumah induk dan kandang pembesaran
Lampu-lampu
Paralon-paralon untuk minum dan makan di kandang teluran
Ember minum, ember pakan, ciduk, dan sebagainya
Tampungan air kalau diperlukan.
c.layanan tambahannya, yakni septik tank untuk pembuangan kotoran.

B. Bibit
1) Peyiapan Bibit
Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan tujuan pemeliharaan. umumnya trik pemilihan akan sama seperti penentuan akan pada ayam atau itik, adalah diambil menurut potensi induknya. Parameter yang disaksikan adalah kemampuan produksi, kekuatan untuk tumbuh, dan tampilan eksterior. tampilan eksterior disaksikan dari masing-masing individu dengan indikasi sehat, tidak cacat serta gesit.

Ada 3 (tiga) ragam maksud pemeliharaan burung puyuh, adalah:

Untuk produksi telur mengonsumsi, diseleksi bibit puyuh style ketam betina yg sehat atau bebas dari karir penyakit. Puyuh ketam ialah model puyuh dengan warna bulu pada punggung hitam bintik putih.
Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran
Buat pembibitan atau produksi telur tetas, diseleksi bibit puyuh betina style ketam yg baik produksi telurnya (kekuatan bertelurnya cukup tinggi ialah kira-kira 300 butir per tahun) serta puyuh jantan yg sehat yg siap membuahi puyuh betina agar dapat menanggung telur tetas yg baik. Awal bertelur puyuh terjadi pada umur 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.
C. Pakan
Pada kondisi aslinya, makanan burung puyuh ialah biji-bijian, daun-daunan dan serangga. Pada pemeliharaan dengan cara intensif jadi makanan mesti tersedia lengkap. Makanan puyuh dikasihkan dengan ad libitum dengan kandungan energi metabolis lebih kurang 2900 kkal/kg dan diperkirakan konsumsi buat puyuh dewasa 20 gr/ hari.sesi starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 persen, babak Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %Fase Layer ( sehabis usia 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %Sebagai potong, (sesudah 8 bulan), maka PK ± 20 %.

Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan buat puyuh terdiri dari beberapa bentuk, ialah: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang menyukai usil mematuk temannya akan memiliki aktivitas dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali satu hari pagi serta siang. dan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum cuma 1 kali satu hari yaitu di pagi hari. buat pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-terusan.

D. Pemeliharaan Kesehatan
1. Sanitasi serta Tindakan Preventif
buat menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang serta vaksinasi terhadap puyuh butuh dilakukan sedini mungkin

2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilaksanakan sewaktu waktu serta kalau ada tanda tanda yang kurang sehat pada puyuh mesti segera dikerjakan pengobatan sama dengan arahan dokter hewan atau dinas peternakan ditempat atau arahan dari Poultry Shoup

3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilaksanakan jika puyuh nampak gejala-gejala sakit dengan meminta pertolongan saran dari PPL setempat atau dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang berada di dekat Anda beternak puyuh

E. Hama dan Penyakit
1.Radang usus (Quail enteritis)
pemicu: bakteri anerobik yang membuat spora serta menyerang usus, hingga muncul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu tampak kusam, kotoran berk yang membentuk spora dan menyerang usus, hingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan memiliki kandungan asam urat.
Pengendalian: melakukan perbaikan tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yg sudah terinfeksi.

2.Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Tanda-tanda: puyuh susah bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, terkadang berdarah, tinja encer kehijauan yg spesifik ada gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu serta lumpuh.
Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan serta perlengkapan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati lekas dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yg sakit, mencegah tamu masuk area peternakan tiada baju yang mensucihamakan/ steril serta mengerjakan vaksinasi NCD. sampai saat ini belumlah ada obatnya

3.Berak putih (Pullorum)
Yang memicu: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menebar.
tanda-tanda: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut serta sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama seperti pengendalian penyakit tetelo

4.Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) mengontrol kebersihan lingkungaan, mengontrol litter terus kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan di air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5.Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur serta tipe kelamin.
tanda-tanda: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang kalau dilepaskan akan keluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.

6.Quail Bronchitis
Yang menimbulkan: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg bersifat amat menular.
Gejala: puyuh terlihat lesu, bulu kusam, gemetar, susah bernafas, batuk dan bersi, mata serta hidung kadang keluarkan lendir serta kadang waktu kepala serta leher lumayan terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang ideal

7. Aspergillosis
Yang menimbulkan: cendawan Aspergillus fumigatus.
tanda-tanda: Puyuh mengalami problem pernapasan, mata terbuat susunan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: melakukan perbaikan sanitasi kandang serta lingkungan seputarnya

8.Cacingan
Pemicu: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh nampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terbangun kebersihannya

Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur

F. PANEN
a. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil pentingnya ialah produksi telurnya yang dipanen sehari-hari diwaktu masa produksi berjalan.
b. Hasil Tambahan
dan sebagai hasil penambahan diantaranya berupa daging afkiran, tinja serta bulu puyuh.

Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur

G. PASCAPANEN
a. Pemasaran
Umumnya, para petani serta peternak di Indonesia cukuplah oke dalam berproduksi. Yang menjadi masalah lalu ialah kurang ataukah tidak ada pemasaran. berdasar pada Artikel di Majalah Trubus, Bahwa di Negara Thailand ada kementrian pemasaran hasil-hasil pertanian, sehingga petani menjadi prosuden tidak akan kuatir kalaupun hingga tidak bisa memasarkan hasil pertaniannya dengan keuntungan yg sama dengan.
Negara Indonesia menjadi negara agraris yg lebih luas ketimbang Thailand kali saja dalam Departemen Pertaniannya juga ada bagian yg mengatur masalah pemasaran beberapa hasil pertanian. akan tetapi sampai waktu ini belumlah ada realitas yg maksimal dari bagian pemasaran itu, khususnya yang membela keperluan beberapa peternak kecil serta menengah.
Dalam usaha burung puyuh petelur, biasanya pemasaran hasil dikerjakan dengan jalan Pola Kemitraan pada Peternak sebagai plasma serta pemeran Pemasaran menjadi inti.
Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur




Harga Bibit Puyuh Siap Bertelur


Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur


085204442224